Wave Analysis (Bagian 1) : Teknik Analisa berbasis Gelombang

Selama satu tahun terakhir, saya fokus hanya pada 1 analisa saja yaitu Wave Analysis. Konsep dasar Wave Trading ini sendiri mengambil inti sari dari Elliot Wave, hanya saja cukup banyak sekali perbedaannya. Kalau bisa dibilang, Wave Analysis yang saya gunakan lebih ke practical daripada Elliot Wave yang kebanyakan adalah teori, di mana kadang situasi market tidaklah selalu sesuai dengan teori. Salah satu hal yang menarik dari adalah komentar salah satu manager account di salah satu broker yang mengatakan “Elliot Wave itu adalah salah satu teori yang paling tidak berguna dalam analisa teknikal”. Seorang seminar trainer yang menjual sinyal dari sebuah grup trading forex juga mengatakan bahwa “Elliot Wave dan Fibonachi itu subyektif dan tidak menghasilkan, karena penciptanya Ralph Elliot hidup miskin dan tidak menghasilkan apapun dari trading”. Ini mengacu pada artikel di link https://www.elitetrader.com/et/threads/did-ralph-elliot-die-broke.287263/. Saya sendiri tidak berkomentar mengenai pendapat mereka, karena memang teknik yang saya gunakan juga bukan Elliot Wave, meskipun beberapa dasarnya mengambil ilmu dari situ. Pendapat orang memang tentu berbeda-beda dan saya menghormati pendapat setiap orang.

Fakta yang saya tahu adalah meskipun Ralph Nelson Elliott (penemu Elliot Wave) tidak kaya ataupun tidak menghasilkan apapun dari market, satu tahun setelah Elliot meninggal, banyak praktisi termasuk Richard Russel dan A.J. Frost menggunakan prinsip wave ini. Robert Pretcher, seorang market analyist di Merrill Lynch juga pernah sangat menonjol akibat prediksinya menggunakan Elliot Wave saat bull market di tahun 1980. Jadi kesimpulannya, walaupun memang benar Ralph Neslon Elliot tidak kaya dan menghasilkan uang dari Market, apakah berarti teori-teorinya sama sekali tidak berguna? Coba kita ingat-ingat lagi cerita dari restoran waralaba paling terkenal di dunia McDonald. Apakah pendiri pertamanya jadi orang yang sangat kaya sekali? Padahal mereka yang menciptakan resep dan cara kerja restoran Fast Food untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, terkadang ada suatu hal yang kita merasa tahu akan membuat pikiran kita menjadi tertutup, dan itu yang terjadi.

Dalam hal ini saya menganut filosofi dari perkataan Bruce Lee yang mengatakan “Saya tidak takut dengan orang yang punya ratusan teknik, saya takut pada orang yang cuma bisa 1 teknik tapi bertahun-tahun melatihnya”. Hal ini juga berlaku di trading. Terkadang 1 orang yang menguasai 1 teknik trading saja tapi bisa sangat sukses dalam tradingnya.

Dari apa yang saya rasakan saat mulai menganalisa menggunakan Wave Analysis, justru kenyataannya sungguh bertolak belakang dengan apa yang dikatakan orang-orang tersebut. Wave Analysis adalah salah satu teknik analisa yang ketepatannya yang mengagumkan dan bisa dibilang satu-satunya analisa yang bisa memprediksi arah dari market (hal yang mustahil dilakukan analisa lainnya).

Oke. Sebenarnya awal perkenalan saya dengan Wave Trading ini adalah melalui seorang trader bernama Anil Mangal yang ada di TradingView.  Sekarang ini pun accountnya kayaknya diblokir oleh TradingView gara-gara alasan ulasannya yang kadang terlalu jujur dan to the point. Hal-hal seperti ini pada umumnya tidak disukai oleh beberapa pihak khususnya para broker dan para trainer (seminar guru), di mana salah satu income utama mereka bersumber dari para trader newbie yang terbuai dengan berbagai iming-iming cepat kaya dari Forex. Salah satu yang paling menarik minat saya adalah kata-kata Anil yang menyebutkan Analisa Wave di Forex memungkinkan kita untuk tahu ke mana arah Market. Dari semua analisa yang saya pelajar bertahun-tahun tampaknya apa yang dikatakan Anil sangatlah bertolak belakang dengan hampir semua kebanyakan trader yang biasanya tidak akan bisa menebak arah market. Karena analisa tanpa tahu arah market sama saja kita seperti gambling. Hanya saja dengan money management, risk management dan psikologi yang sudah bagus, forex trading terkadang akan tetap bisa menghasilkan income secara konsisten walaupun kita tidak tahu arah market. Dan ini yang biasanya dilakukan oleh trader-trader kebanyakan. Saya sendiri mengenal beberapa trader yang seperti ini. Sistem Tradingnya biasa-biasa saja, tapi secara jangka panjang akunnya terus tumbuh (Hal yang tidak pernah disadari oleh trader-trader yang sampai saat ini masih kesulitan untuk bisa konsisten mendapatkan keuntungan di Forex)

Oke. Kembali ke Wave Trading ini sendiri. Saya akan coba jelaskan sedikit demi sedikit mengenai teknik ini. Untuk awal mungkin memang ada baiknya juga membaca teori dari Elliot Wave supaya tidak sama sekali buta mengenai Wave Trading. Teori elliot wave cukup lengkap bisa dibaca di website www.elliottwave.com.

Bila anda malas membaca, saya akan coba jelaskan dengan bahasa yang sesederhana mungkin supaya bisa dimengerti.

Pergerakan Harga selalu bergerak dalam bentuk gelombang (Wave)

Ini teori pertama yang mesti benar-benar harus dipahami. Intinya semua produk dan komoditas (termasuk CFD dan saham), pergerakannya biasanya akan berbentuk seperti gelombang (wave). Jadi sekuat apapun naiknya sebuah harga tentu akan diiringi dengan penurunan harga, begitu pula sebaliknya. Karena tidak ada satupun produk yang harganya akan bergerak lurus terus menerus tanpa ada gelombang sama sekali. Dengan memahami kebiasaan gelombang ini maka kita bisa mendapatkan “edge” untuk bisa mendapatkan keuntungan di pasar. Semua gelombang ini biasanya punya semacam pattern yang terus berulang. Bila kita mengenali patter-pattern ini maka kita akan bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan.

Prinsip dasar dari Wave Trading ini sendiri yang menurut saya sangat penting adalah wave ini minimal akan selalu terbentuk dalam 3 gerakan garis (wave). Ada banyak sekali jenis wave yang bisa dibentuk. Beberapa di antaranya seperti yang ada pada gambar berikut ini :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *