Belajar Volume Spread Analysis (VSA) : Dasar dari Analisa Volume pada Forex (Bagian 1)

Teknik analisa volume ini bisa dibilang adalah teknik yang cukup advance dalam forex. Ada banyak forex trader yang tampaknya tidak menyadari kekuatan dari volume ini. Saya sendiri sempat belajar dari beberapa trader. Dan tampaknya banyak sekali trader pelit di luar sana yang hanya bisa pamer profit tapi tidak mau menyebarkan ilmunya. Pada akhirnya saya pun belajar secara otodidak dan setelah membaca banyak artikel, thread di forum serta ebook, barulah saya sedikit tahu mengenai apa itu analisa volume. Banyak orang menyebutnya sebagai VSA atau singkatan dari Volume Spread Analysis. Dasar-dasar dari VSA ini sendiri sebenarnya diperkenalkan oleh seorang bernama R. Wyckoff pada awal tahun 1930. Wyckoff mengatakan bahwa harga, volume dan waktu bisa memberikan gambaran demand dan supply dari apa yang disebut Smart Money (SM).

Wyckoff sendiri punya 3 prinsip dasar yaitu :

  • Harga dan Volume
  • Sebab dan Akibat
  • Usaha dan Hasil

VSA yang didalami saat ini masih berhubungan dengan dasar-dasar yang pernah dibuat oleh Wyckoff ini.

Pada tahun 1970an, Tom Williams yang bekerja dengan di lingkungan Smart Money selama 15 tahun lamanya, telah mengembangkan ilmu dari Wyckoff dan akhirnya muncul dengan teknik VSA (Volume Spread Analysis)-nya dan kemudian mengkomersialkannya (Kritik pun berdatangan padanya dan mempertanyakan Mengapa Tom harus mengkomersialkannya, karena dia sendiri sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari itu). Sekarang ini banyak perusahaan yang telah menggunakan teknik baik secara manual maupun secara software.

VSA yang dibuat oleh Tom William pada dasarnya mengabaikan harga pembukaan dari sebuah bar / candle dan hanya menggunakan high, low dan closenya saja. Ini pada dasarnya mengacu pada analisa candlestick klasik. Kebanyakan para trader menggunakan tumpukan indicator untuk menganalisa sebuah candle.

Berbeda dengan teknik-teknik lainnya yang cukup menjamur penjelasannya, tidak ada cukup banyak informasi yang menjelaskan teknik VSA ini di internet. Kebanyakan yang ada adalah sudah berupa paket yang dijual. Dan keinginan saya adalah mendalami dasar-dasar dari teknik ini sehingga kita dapat lebih mengerti tentang VSA Analysis ini.

Oke. Kita langsung saja….

Saya tahu banyak dari kamu yang pingin tahu dengan inti dari teknik VSA ini. Tapi coba saya berikan beberapa fondasi sebelum masuk ke dalam intinya. Pertama-tama tentu saja mengerti sedikit bagaimana cara Smart Money bekerja (Setelah ini saya akan menggunakan SM untuk sebutan dari Smart Money).

SM pada dasarnya menggerakkan market dalam 4 tahap yaitu :

  1. Accumulation
  2. Markup
  3. Distribution
  4. Mark Down

Kebanyakan dari kita tentu sadar akan ini. Tapi tetap saja, kita harus melihat ini dengan lebih detail untuk bisa membantu kita mengerti lebih jauh mengenai bagaimana SM bekerja dengan lebih baik.

Tidak akan ada demand (permintaan) untuk sesuatu yang ada tapi tidak ada orang yang mau. Dengan berkurangnya ketersediaan dan lebih banyak orang yang menginginkan maka demand akan secara otomatis bertambah. Jadi hal pertama yang SM lakukan adalah menemukan apakah persediaan cukup dan harganya murah. Langkah berikutnya adalah membuat membuat semacam ketakutan dan keserakahan sehingga akan mengundang orang untuk ikut masuk posisi dan akan menghasilkan demand. Ini adalah tahap pertama yaitu Accumulation.

1. Accumulation

 

Accumulation adalah proses di mana SM mengumpulkan jumlah yang besar dari saham pada harga serendah mungkin. Accumulation adalah cara halus, canggih dan sedikit licik menyudutkan sejumlah besar dari pair mata uang / stock / saham untuk mulai bersiap-siap membawa harga bergerak. Setelah sejumlah besar demand telah terserap maka tentu saja demand akan berkurang. Ini yang akan membawa kita ke fase selanjutnya yaitu Markup.

Accumulation pada umumnya terjadi pada area congestion. Area ini biasanya terjadi kebanyakan pada saat kondisi sideway di mana pair mulai kehilangan minat untuk bergerak naik ataupun turun. SM memastikan bahwa level tertentu sebagai supportnya dan resistancenya.

Congestion area biasanya bisa diidentifikasi dari kebingungan (Indecision) pada pasar. Satu dari karakteristik paling penting dari congestion area adalah volume yang kecil. Pada saat harga trending, biasanya volumenya tinggi. Volume yang rendah menandakan bahwa sedang terjadi indecision.

Kelihatan mudah bukan… Tapi masalahnya congestion area terlihat seperti accumulation dan juga Distribution (fase di mana harga tidak lama lagi akan berbalik). Bukan hanya ini permasalahannya. Akan ada periode di mana tidak ada seseorang pun tertarik untuk masuk ke dalam pasar. Pola dari gerakan harga kebanyakan sngat mirip dengan pola congestion (padahal bukan).

Jadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimanakah memastikan suatu pola itu benar-benar fase accumulation.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Pertama, indecision seharusnya sangat jelas terlihat. Ddengan kata lain, volume akan kecil dan gerakan harga sangat tenang. Tidak ada peningkatan volume yang signifikan. Bahkan jika volume sedikit naik, jarak harga antara naik dan turunnya sangat kecil sekali
  • Kedua, jarak high dan low sangat pendek
  • Ketiga, volume cenderung akan menurun saat dekat dengan garis support dan akan naik di dekat garis resistance
  • Keempat, gerakan sideways akan bertahan selama lebih dari 10 bars

Terkadang, akan ada goncangan sedikit pada trading range. Biasanya SM akan menggiring harga menembus level support dan dengan cepat harga berbalik untuk mengambil semua stop loss dan menimbulkan kepanikan bagi retail trader untuk melakukan sell. Biasanya ciri-ciri dari kondisi ini adalah harga langsung dengan cepat berbalik naik setelah menembus support. Maka dari itu akan sedikit tricky untuk membedakan pola ini dengan pola breakout sebenarnya.

Dan biasanya adalah pertanda bagus bila range harga berada banyak di area atas daripada area bawah dari range itu sendiri.

Ada banyak pola yang memastikan itu adalah accumulation. Beberapa dari mereka adalah rounding bottoms, reverse head and shoulder dan double bottoms. Setiap pola akan menjelaskan aktivitas dari SM. Bagaimanapun kita akan masuk ke dalam detailnya sekarang. Satu hal yang penting pada saat mengevaluasi pola adalah sangat penting untuk memeriksa pola volume itu sendiri.

Sebagai contoh kita akan melihat chart dari HCC di mana accumulation sedang terjadi pada tahun Juni 2007

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *