Menerima Loss saat Trading

Salah satu hal yang wajib anda pelajari dalam forex trading adalah sikap anda dalam menerima kekalahan (loss). Walaupun secara teori ini terlihat mudah, tapi tetap saja lose (rugi) adalah sesuatu yang sulit diterima oleh para trader pemula maupun yang sudah ahli.

Untuk itu kita perlu belajar yang namanya sikap untuk menerima kekalahan. Sikap kita dalam menerima kekalahan sangatlah penting untuk kesuksesan trading kita. Mental kita ini adalah salah satu faktor terpenting untuk bisa sukses di bidang ini. Kalau mencari perumpamaan, mungkin tidak ada yang lebih tepat dibandingkan dengan perumpamaan yang dipakai oleh Secundo Lee dalam bukunya Lazy Trader-Genius Trader. Trading forex itu bukanlah berjuang menjadi trader terbaik (kalau di maraton, ibarat kita bisa juara 1, 2 atau 3 dari ribuan peserta), melainkan sukses untuk bisa profit secara konsisten setiap akhir bulannya (di maraton, itu berarti kita berhasil mencapai garis finish. Bagi para pelari maraton, bisa mencapai finish adalah kemenangan tersendiri).

Biasanya, kalau kita ingin mengikuti lomba maraton, sebelumnya kita akan berlatih minimal 1 bulan sebelumnya. Demi bisa mencapai finish, kita tentu harus melakukan latihan keras untuk memperkuat stamina kita. Begitu pula dengan trading. Mental, emosi dan pikiran dalam trading adalah seperti stamina dalam lomba maraton. Untuk bisa berhasil dalam trading, kita perlu menempa dan menggembleng mental, sikap serta disiplin diri kita.

Dalam bukunya Secundo, ada 1 paragraf yang sangat penting di halaman 19 yaitu yang menyebutkan bahwa keberhasilan dalam forex bukan melulu hanya pada profit yang ingin anda capai, tapi juga terhadap sikap anda atas hasil trading yang diperoleh, entah itu profit atau risiko rugi.

Sekarang coba pikirkan. Kalah dalam sebuah permainan olahraga atau dalam game tanpa adanya kerugian materi apapun saja kadang sulit kita terima, apalagi bila kita kalah di sebuah permainan di mana ada uang yang hilang di dalamnya. Tentu emosi kita saat itu akan campur aduk dan akan sangat mempengaruhi trading kita. Yang perlu kita sadari bahwa kekalahan adalah hal yang tidak dapat dihindari di dalam trading, biar bagaimanapun hebatnya analisa kita, ataupun sistem trading kita. Hal yang membuat kita tidak berkembang dalam forex adalah sikap kita yang kecewa pada saat loss dan ingin menghindari loss sebisa mungkin setiap kali kita memasang posisi. Hal inilah yang kadang membuat kita sering melakukan sabotase dalam trading. Saya pribadi cukup lama berada pada fase ini pada saat belajar trading. Saya pribadi sering kali melakukan sabotase pada saat saya mendapatkan sedikit profit saja. Yang terjadi berikutnya ternyata profit bisa menjadi lebih besar bila saja saya membiarkannya. Begitu pula sebaliknya, pada saat saya floating loss, saya sering kali sulit menerima kekalahan, sehingga saya malah membiarkan loss tersebut menjadi besar.

Untuk itu menggembleng mental dan disiplin diri ini menjadi salah satu hal terpenting dalam trading. Orang sering kali menyepelekan hal ini, dan selalu saja mencari sistem apa yang terbaik dan tidak bisa loss (holygrail). Padahal bukan itu yang terpenting dalam trading forex. Untuk bisa mempunyai sikap yang benar saat menerima loss ini tentu dibutuhkan waktu dan jam terbang. Untuk melatih ini, saya pribadi menggunakan cara dengan trading menggunakan real account. Saya selalu membuka account dengan dana besar (lebih dari $1000) tapi hanya trading dengan 1 microlot (0.01). Melakukan trading dengan uang sungguhan tentu berbeda dengan trading menggunakan demo account. Latih terus kedisiplinan diri anda sampai anda tidak lagi membuat keputusan karena emosi dalam trading. Bila anda masih sering melanggar aturan sistem anda, memasang lot lebih dari 0.01 lot, mempunyai keinginan balas dendam (dengan memasang posisi dobel), atau mulai pasang posisi tanpa analisa setelah baru saja mengalami loss (kerugian), berarti itu tandanya anda masih perlu lebih banyak berlatih dan menggembleng diri anda, karena anda belum sepenuhnya siap untuk terjun dalam market forex.

Cara lain yang terbukti lebih efektif untuk mengatasi ini adalah mencari sistem trading yang semi automatic di mana kita tidak perlu harus berada di depan layar setiap waktu. Berada di depan layar setiap saat biasanya akan membuat kita terpengaruh secara psikologis dan melakukan sabotase pada trading kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *