Cara Menggunakan Moving Average dalam Forex Trading

Moving Average (MA) adalah indicator yang paling banyak digunakan oleh forex trader dalam trading mereka.Kalau diibaratkan moving average ini seperti indicator paling dasar yang biasanya dipelajari oleh seorang trader saat baru pertama kali belajar forex. Dan saya yakin anda semua tahu apa itu Moving Average. Bila memang anda tidak tahu, saya sarankan untuk membaca artikel mengenai Moving Average di Babypips School. Moving Average sendiri sebenarnya adalah sebuah metode untuk memperhalus price action dengan mengetahui rata-rata dari closing price suatu pair dalam rentang waktu tertentu. Ada 2 tipe moving averages yang digunakan, yaitu :

  1. Simple Moving Average (SMA)
  2. Exponential Moving Average (EMA)

Saya tidak akan menjelaskan lagi mengenai perbedaan SMA dan EMA. Silahkan pelajari sendiri di Babypips School. Intinya EMA biasanya lebih sensitif dan cepat sedangkan SMA lebih halus dan kurang sensitif. Lantas mana yang lebih bagus di antara SMA dan EMA? Tergantung. Dua tipe indikator tersebut punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. EMA bagus untuk mendeteksi perubahan tren sejak dini, tapi juga bisa menghasilkan banyak whipsaw. Sedangkan SMA kurang cepat dalam merespon perubahan tren, tapi tentu tidak akan terlalu banyak whipsaw.

moving average

Apa yang membuat indikator MA begitu populer di kalangan trader? Alasan utamanya jelas karena indikator ini paling gampang diepalari dan digunakan. Nah. Pertanyaannya sekarang bagaimana cara menggunakan Moving Average ini dalam trading. Berdasarkan pengalaman saya ada 2 cara penggunaan moving average dalam trading.

1. Untuk Mengetahui Tren

Salah satu penggunaan paling umum dari moving average adalah untuk mengetahui tren yang sedang terjadi. Tahu tren yang sedang terjadi sangatlah penting. Seperti slogan yang mengatakan “Trend is your Friend”, trading searah dengan tren memang terbukti lebih banyak menghasilkan keuntungan daripada bila kita trading berlawanan dengan tren. Saya pribadi pun adalah tipe trader yang hanya melakukan trade searah dengan tren. Saya hanya akan pasang posisi sell saat tren sedang turun (bearish) dan hanya akan pasang posisi buy bila tren sedang naik (bullish).

Cara untuk mengidentifikasi tren sendiri ada beberapa macam, yaitu :

  • Posisi harga dibandingkan dengan Moving Average
    Cara paling mudah mengidentifikasi tren adalah melihat posisi harga dibandingkan garis MA. Jika harga berada di atas MA maka tren sedang naik, begitu pula sebaliknya.

    how to identify trend using moving average 
  • 2 Garis Moving Average
    Ada banyak trader yang menggunakan 2 garis MA untuk mengidentifikasi tren. Ketika garis MA yang lebih cepat berada di atas garis MA yang lebih lambat maka berarti tren sedang naik. Begitu pula sebaliknya. how to identify trend using moving average
  • Kemiringan Garis Moving Average
    Beberapa orang juga menggunakan kemiringan dari MA untuk mengetahui tren. Mereka biasanya hanya melakukan buy position hanya jika kemiringan dari garis MA sedang menanjak, begitu pula sebaliknya.

    how to identify trend using moving average

2. Sebagai Sinyal untuk Masuk Posisi

Selain indikator untuk mengetahui tren, Moving Average juga bisa digunakan sebagai sinyal untuk masuk posisi. Untuk lebih mengenal, saya akan jelaskan 3 cara penggunaan MA sebagai sinyal untuk masuk posisi.

  • Harga Memotong Garis Moving Average
    Teknik trading klasik biasanya hanya melihat harga dan 1 garis MA saja. Aturannya sangat sederhana. Ketika harga memotong garis MA, maka itulah saatnya masuk posisi. Ketika harga bergerak dari bawah garis MA dan menembus ke atas, maka itulah saat untuk memasang buy position. Begitu pula sebaliknya.  

    using moving average as entry setup
     
  • Perpotongan 2 Garis Moving Average
    Ini merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh para forex traders. Ada puluhan bahkan ratusan sistem trading yang menggunakan cara ini sebagai sinyal untuk pasang posisi. Ketika garis MA yang lebih cepat memotong garis MA yang lebih lambat dari bawah ke atas, maka itulah saatnya pasang buy position. Begitu pula sebaliknya.

    moving average crossover
  • Moving Average sebagai Support / Resistance
    Cara lain penggunaan MA untuk sinyal adalah dengan menggunakannya sebagai level support dan resistance. Ada banyak forex trader yang akan memasang posisi buy saat harga sedang naik dan kemudian sedikit turun dan menyentuh garis MA. Begitu pula sebaliknya.

    moving average as support and resistance

Kedua cara menggunakan Moving Average adalah hal paling dasar yang anda harus tahu dalam Forex. Saya sendiri lebih suka menggunakan garis MA hanya untuk mengetahui tren daripada menggunakannya untuk entry sinyal. Moving Average sendiri punya kelebihan dan kelemahan. Penggunaan dari MA sendiri biasanya akan sangat bagus pada saat market sedang trending. Tapi market tidak melulu akan trending. Justru biasanya sekitar 70-80 % market lebih akan lebih banyak bergerak dalam suatu range (tidak trending). Di saat itu, bila anda menggunakan MA sebagai sinyal untuk masuk posisi, maka dijamin anda akan menderita banyak kerugian.

4 thoughts on “Cara Menggunakan Moving Average dalam Forex Trading”

  1. kalo boleh tau MA berapa yang bagus untuk bermain di TF H1, H4 dan Daily. Style saya Intraday Trading dan lagi beljar Scalping. Mohon pencerahannya. Terimakasih

    1. sejujurnya tidak ada MA yang bisa dibilang bagus. Semua tergantung dari gaya trading trader itu sendiri. kalau saya pribadi menggunakan MA 20 dan MA 200 untuk TF H1, H4 dan Daily. MA 200 saya gunakan untuk fungsi Moving Average sebagai Support / Resistance seperti artikel di atas.

  2. terimakasih penjelasannya.. saya ingin tanya, saya trader pemula.. saya sering bingung menentukan parameter periode MA ini.. saya cenderung lebih suka bermain d TF kecil.. antara M5 sampai H1 dan untuk mengetahui tren saya terkadang melihat TF D1.. apakah dalam menentukan parameter periode dr MA bebas? atau ad perhitungan tersendiri? saya biasa menggunakan 3 MA untuk konfirmasi tren jangka pendek.. trims

    1. menentukan periode dari MA bebas. Semua tergantung strategi yang dipakai. Kita tidak bisa bilang MA periode tertentu adalah yang terbaik. Yang benar adalah MA tersebut sangat cocok untuk strategi A, B atau C. Jadi temukan sistem trading anda sendiri dan cobalah konsisten menggunakan MA cocok dengan sistem anda (biasakan selalu menghitung statistik (% win) berdasarkan beberapa setting MA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *