Wave Analysis (Bagian 1) : Teknik Analisa berbasis Gelombang

Selama satu tahun terakhir, saya fokus hanya pada 1 analisa saja yaitu Wave Trading. Konsep dasar Wave Trading ini sendiri mengambil inti sari dari Elliot Wave, hanya saja banyak sekali perbedaannya. Salah satu hal yang menarik dari adalah komentar salah satu manager account di salah satu broker saya yang mengatakan “Elliot Wave itu adalah salah satu indicator yang paling tidak berguna”. Saya sendiri tidak menjawab apa-apa karena saya sendiri memang tidak terlalu suka berdebat. Ya… terserah juga apa kata trader lain. Toh… mereka juga belum bisa konsisten profit dan trading for living dari forex. Oke. Sebenarnya awal perkenalan saya dengan Wave Trading ini adalah melalui seorang trader bernama Anil Mangal yang ada di TradingView.  Sekarang ini pun accountnya kayaknya diblokir oleh TradingView gara-gara alasan ulasannya yang terlalu to the point. Salah satu yang paling menarik minat saya adalah kata-kata Anil yang menyebutkan Analisa Wave di Forex memungkinkan kita untuk tahu ke mana arah Market. Dari semua analisa yang saya pelajar bertahun-tahun tampaknya apa yang dikatakan Anil sangatlah bertolak belakang dengan hampir semua kebanyakan trader yang biasanya tidak akan bisa menebak arah market. Karena analisa tanpa tahu arah market sama saja kita seperti gambling. Hanya saja dengan money management, risk management dan psikologi yang sudah bagus, forex trading akan tetap bisa menghasilkan walaupun kita tidak tahu arah market. Saya sendiri mengenal beberapa trader yang seperti ini. Sistem Tradingnya biasa-biasa saja, tapi secara jangka panjang akunnya terus tumbuh (Hal yang tidak pernah disadari oleh trader-trader yang sampai saat ini masih kesulitan untuk bisa konsisten mendapatkan keuntungan di Forex) Continue reading Wave Analysis (Bagian 1) : Teknik Analisa berbasis Gelombang

Chart Pattern (1) : Slowing Reversal Pattern

Salah satu tanda-tanda akan mengalami reversal biasanya adalah adanya pola yang tetap searah dengan trend saat ini tapi sedikit melambat. Salah satu yang paling terlihat jelas dari pola ini adalah kemiringannya yang melandai dibandingkan dengan trend sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya akan saya sertakan contoh-contoh berikut ini :

Continue reading Chart Pattern (1) : Slowing Reversal Pattern

Belajar Volume Spread Analysis (VSA) : Dasar dari Analisa Volume pada Forex (Bagian 1)

Teknik analisa volume ini bisa dibilang adalah teknik yang cukup advance dalam forex. Ada banyak forex trader yang tampaknya tidak menyadari kekuatan dari volume ini. Saya sendiri sempat belajar dari beberapa trader. Dan tampaknya banyak sekali trader pelit di luar sana yang hanya bisa pamer profit tapi tidak mau menyebarkan ilmunya. Pada akhirnya saya pun belajar secara otodidak dan setelah membaca banyak artikel, thread di forum serta ebook, barulah saya sedikit tahu mengenai apa itu analisa volume. Banyak orang menyebutnya sebagai VSA atau singkatan dari Volume Spread Analysis. Dasar-dasar dari VSA ini sendiri sebenarnya diperkenalkan oleh seorang bernama R. Wyckoff pada awal tahun 1930. Wyckoff mengatakan bahwa harga, volume dan waktu bisa memberikan gambaran demand dan supply dari apa yang disebut Smart Money (SM).

Wyckoff sendiri punya 3 prinsip dasar yaitu :

  • Harga dan Volume
  • Sebab dan Akibat
  • Usaha dan Hasil

VSA yang didalami saat ini masih berhubungan dengan dasar-dasar yang pernah dibuat oleh Wyckoff ini. Continue reading Belajar Volume Spread Analysis (VSA) : Dasar dari Analisa Volume pada Forex (Bagian 1)

Belajar Moving Average (Bagian 2) – Fakta tentang Teknik MA Crossover

Saat kita pertama kali belajar Forex, kita tentu sering membaca atau mendengar tentang bagaimana cara masuk posisi menggunakan perpotongan 2 garis MA (Moving Average). Bagi yang tidak tahu strategi ini, bisa coba baca di strategi MA Crossover di link ini. Nah… Bagi para beginner yang baru belajar forex, tentu strategi ini kelihatan menjanjikan. Tapi apakah anda tahu bahwa sebenarnya itu hanyalah teori semata. Saya sendiri pernah mengetesnya menggunakan EA, dan hasilnya jauh dari kata memuaskan. Mengapa bisa begitu? Hal ini tentu mengacu lagi ke artikel yang saya tulis tahun lalu mengenai ada 3 macam gerakan pada market forex, yaitu gerakan Trending, Netral (In Range), dan Wild (Choppy). Strategi Moving Average ini sendiri hanya bagus diterapkan pada saat market sedang trending. Padahal market trending hanya terjadi sekitar 20-30% dari keseluruhan gerakan pasar. Apalagi hal paling sulit diketahui adalah kapan market sedang trending dan kapan market sedang netral berlangsung.

Oke.. Untuk memperjelas yang saya maksud, coba mari kita praktekan jurus MA Crossover tersebut pada market GBP/USD di timeframe M30 kemarin. Hasilnya adalah seperti di bawah ini.

gbpusd-20140924
Seperti gambar di atas, dari 5 sinyal yang diberikan ke 4 sinyal menghasilkan kerugian. Bila Stop Loss anda terlalu kecil, bahkan semua trade ini akan menghasilkan kerugian.  Continue reading Belajar Moving Average (Bagian 2) – Fakta tentang Teknik MA Crossover

Hasil Pengujian Sistem Trading High-Low Sesi Asia

Berikut adalah hasil lengkap trading menggunakan Sistem Trading High Low pada Sesi Asia. Trading ini diimplementasi  pada pair EUR/USD selama 5 bulan mulai dari tanggal 1 September 2012 sampai dengan 27 Januari 2013. Adapun sistem ini saya coba dengan 6 macam setting untuk take profit dan stop loss-nya. Mulai dari kolom paling kiri berturut-turut TP dan SL-nya adalah sebagai berikut : 20-20, 30-30, 50-50, 30-20, 40-20, 40-30. Hasilnya, pada bulan oktober dan november, sistem ini menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan. Sedangkan setting yang paling bagus adalah menggunakan set Take Profit 40 dan Stop Loss 20.

september_2012 Continue reading Hasil Pengujian Sistem Trading High-Low Sesi Asia

Sistem Trading High-Low di Sesi Asia

Sistem Trading kali ini yang kita test adalah sistem trading High Low Sesi Asia. Seperti kita tahu, sesi Asia dimulai pada jam 7 pagi sampai dengan jam 2 siang. Yang kita lakukan adalah mencatat angka tertinggi High dan angka terendah Low di sesi Asia ini, kemudian memasang pending position yaitu Buy di high dan Sell di low 1 jam sebelum sesi London dibuka, yaitu jam 2 siang. Sesi London dan Amerika adalah sesi yang cukup fluktuatif. Sehingga biasanya akan menghasilkan gerakan yang cukup banyak. Jadi bila diringkas, aturan dari sistem trading ini adalah sebagai berikut :

Entry Rule :

Buy di level tertinggi (High) pada Sesi Asia

Sell di level terendah (Low) pada Sesi Asia

Exit Rule :

Take Profit : 20-50 Pips

Stop Loss : 20-50 Pips
Untuk lebih jelasnya, saya akan ambil contoh dari pergerakan market EUR/USD pada hari Jumat, tanggal 25 Januari 2013  : Continue reading Sistem Trading High-Low di Sesi Asia

Bagaimana Mengukur Seberapa Bagus Suatu Sistem Trading Forex

Market forex sangatlah dinamis dan terus berubah. Maka dari itu menemukan trading sistem yang baik adalah salah satu hal yang penting jika anda ingin menjadi seorang trader yang sukses. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mengetahui suatu sistem trading itu bagus atau tidak. Ada banyak sekali forex trader baik di blog ataupun forum yang menyebut sistem trading mereka adalah yang terbaik di dunia. Bahkan ada banyak sekali website yang menjual sistem trading dengan harga fantastis sampai puluhan juta rupiah. Nah apakah sistem-sistem seperti itu bisa dipercaya? Tentu saja tidak. Jangan percaya apa yang dikatakan orang. Anda harus punya cara tersendiri untuk menentukan seberapa bagus suatu sistem trading.

good trading system
Continue reading Bagaimana Mengukur Seberapa Bagus Suatu Sistem Trading Forex