Belajar Moving Average (Bagian 2) – Fakta tentang Teknik MA Crossover

Saat kita pertama kali belajar Forex, kita tentu sering membaca atau mendengar tentang bagaimana cara masuk posisi menggunakan perpotongan 2 garis MA (Moving Average). Bagi yang tidak tahu strategi ini, bisa coba baca di strategi MA Crossover di link ini. Nah… Bagi para beginner yang baru belajar forex, tentu strategi ini kelihatan menjanjikan. Tapi apakah anda tahu bahwa sebenarnya itu hanyalah teori semata. Saya sendiri pernah mengetesnya menggunakan EA, dan hasilnya jauh dari kata memuaskan. Mengapa bisa begitu? Hal ini tentu mengacu lagi ke artikel yang saya tulis tahun lalu mengenai ada 3 macam gerakan pada market forex, yaitu gerakan Trending, Netral (In Range), dan Wild (Choppy). Strategi Moving Average ini sendiri hanya bagus diterapkan pada saat market sedang trending. Padahal market trending hanya terjadi sekitar 20-30% dari keseluruhan gerakan pasar. Apalagi hal paling sulit diketahui adalah kapan market sedang trending dan kapan market sedang netral berlangsung.

Oke.. Untuk memperjelas yang saya maksud, coba mari kita praktekan jurus MA Crossover tersebut pada market GBP/USD di timeframe M30 kemarin. Hasilnya adalah seperti di bawah ini.

gbpusd-20140924
Seperti gambar di atas, dari 5 sinyal yang diberikan ke 4 sinyal menghasilkan kerugian. Bila Stop Loss anda terlalu kecil, bahkan semua trade ini akan menghasilkan kerugian.  Continue reading Belajar Moving Average (Bagian 2) – Fakta tentang Teknik MA Crossover

Cara Menggunakan MACD dalam Trading Forex

Oke… hari ini saya akan coba untuk membahas mengenai indicator dasar yang cukup populer di kalangan para trader yaitu MACD. Seperti halnya Moving Average, MACD juga berguna untuk membantu trader mengenali trend ataupun juga sebagai alat bantu untuk mendapatkan sinyal untuk memasang posisi baru. Saya tidak akan membahas teori dasar dari MACD. Bagi anda yang belum pernah membaca teori dasar MACD, saya persilahkan untuk membaca terlebih dahulu di Stockcharts mengenai MACD ataupun mungkin website lain yang anda anggap mudah dimengerti. Bagi yang sudah tahu mengenai dasar MACD, lantas bagaimana mempraktekannya di dalam forex? Oke… Saya akan bahas satu persatu. Oke… sejujurnya, MACD adalah salah satu indicator favorit yang saya gunakan saat trading. Alasannya satu. Indicator ini saya anggap bisa mewakili puluhan indicator lainnya untuk menunjukkan trend, perubahan trend ataupun gejala-gejala lain dalam pasar.

Oke, Kegunaan pertama dari MACD adalah untuk mengenali Trend. Cara mudah untuk mengetahui trend melalui MACD adalah dengan melihat histogramnya.

Patokan pertama saya adalah melihat posisi histogram berada di atas garis tengah (garis 0) atau di bawahnya. Histogram di atas garis menandakan market sedang bullish, begitu pula sebaliknya. Contoh : Chart GBPUSD H1 selama beberapa hari terakhir.

macd-01 Continue reading Cara Menggunakan MACD dalam Trading Forex

Belajar Moving Average (Bagian 1) – Derajat Kemiringan MA

Oke, hari ini kita coba belajar lebih dalam mengenai Moving Average. Bagi yang belum tahu cara penggunaan MA, silahkan kunjungi posting saya sebelumnya mengenai Dasar Indikator MA dan Cara Penggunaan MA di Forex. Salah satu fungsi dari MA adalah tentu saja untuk mengetahui tren. Seperti tulisan saya sebelumnya, salah satu cara paling mudah menentukan tren yang terjadi adalah dengan melihat posisi harga terhadap garis MA. Bila harga berada di atas MA maka tren = Tren sedang Naik. sedangkan bila di bawah MA = Tren sedang Turun. Nah… Pada prakteknya… Apa segampang itu? Bila anda tahu caranya, maka hal ini tidaklah sulit. Tapi bila anda tidak tahu caranya. Penggunaan MA juga tidak akan banyak membantu hasil trading anda.

Coba kita praktekkan pada EUR/USD di timeframe H1. Saya mengambil data sekitar selama seminggu terakhir (Tanggal 6 September 2013 – 13 September 2013) dan menggunakan EMA 34 pada chart.


eur-usd-ma
Continue reading Belajar Moving Average (Bagian 1) – Derajat Kemiringan MA

Cara Menggunakan Moving Average dalam Forex Trading

Moving Average (MA) adalah indicator yang paling banyak digunakan oleh forex trader dalam trading mereka.Kalau diibaratkan moving average ini seperti indicator paling dasar yang biasanya dipelajari oleh seorang trader saat baru pertama kali belajar forex. Dan saya yakin anda semua tahu apa itu Moving Average. Bila memang anda tidak tahu, saya sarankan untuk membaca artikel mengenai Moving Average di Babypips School. Moving Average sendiri sebenarnya adalah sebuah metode untuk memperhalus price action dengan mengetahui rata-rata dari closing price suatu pair dalam rentang waktu tertentu. Ada 2 tipe moving averages yang digunakan, yaitu :

  1. Simple Moving Average (SMA)
  2. Exponential Moving Average (EMA)

Saya tidak akan menjelaskan lagi mengenai perbedaan SMA dan EMA. Silahkan pelajari sendiri di Babypips School. Intinya EMA biasanya lebih sensitif dan cepat sedangkan SMA lebih halus dan kurang sensitif. Lantas mana yang lebih bagus di antara SMA dan EMA? Tergantung. Dua tipe indikator tersebut punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. EMA bagus untuk mendeteksi perubahan tren sejak dini, tapi juga bisa menghasilkan banyak whipsaw. Sedangkan SMA kurang cepat dalam merespon perubahan tren, tapi tentu tidak akan terlalu banyak whipsaw.

moving average

Apa yang membuat indikator MA begitu populer di kalangan trader? Alasan utamanya jelas karena indikator ini paling gampang diepalari dan digunakan. Nah. Pertanyaannya sekarang bagaimana cara menggunakan Moving Average ini dalam trading. Berdasarkan pengalaman saya ada 2 cara penggunaan moving average dalam trading.

Continue reading Cara Menggunakan Moving Average dalam Forex Trading

Indikator Moving Average dalam Forex Trading

Moving Average atau yang biasa disingkat dengan sebutan MA adalah salah satu indicator yang paling banyak digunakan oleh para trader di seluruh dunia. Bila kita mulai belajar mengenai Indicator dalam forex pun, biasanya indicator pertama yang dipelajari adalah Moving Average ini. Bahkan sebagian besar sistem trading yang saya temukan di internet pun, biasanya akan menggunakan MA ini sebagai salah satu indicatornya.

Moving Average ini sendiri nilainya didapat dari rata-rata nilai harga baik itu Open / High / Low / Close selama periode tertentu. Untuk itu MA paling sering digunakan untuk mengetahui trend.

Secara gampangnya, logikanya adalah seperti ini :

  • Bila nilai harga di atas harga rata-rata (MA) maka market sedang trending naik
  • Bila nilai harga di bawah harga rata-rata (MA), maka market sedang trending turun.

Contohnya seperti gambar di bawah :

moving-average-naik-turun
Continue reading Indikator Moving Average dalam Forex Trading