Review Buku Squash Game Theory Oleh Zulfikar MS

Beberapa hari lalu, saya ke toko buku dan melihat buku berjudul menarik yaitu “Squash Games Theory” yang ditulis oleh Zulfikar MS. Berikut covernya.




Penulis dari buku ini adalah orang yang bekerja di Squagath Imperium, sebuah perusahaan investasi di Indonesia. Hari ini saya akhirnya selesai membaca buku ini .Berikut reviewnya :

Title : Squash Games Theory

Author : Zulfikar MS
Rating : 1 of 5
Genre : Investing

Dalam bab awal saya sedikit kurang sreg dengan penjelasan penulis mengenai penjelasan dasar mengenai account trading forex. Dalam penjelasannya, dia menjelaskan bahwa tiap trade di forex akan ada komisi $50. Hmmmm…. ini sih pasti broker forex indonesia. Terus terang saya tidak bermaksud menjelekkan broker indonesia, akan tetapi terus terang saya paling anti menggunakan broker forex indonesia. Kenapa? Apakah saya tidak mencintai produk dalam negeri? Sama sekali bukan. Karena hanya broker forex Indonesia-lah yang mengenakan komisi dalam setiap trade-nya. Kenapa harus membayar komisi pada tiap trade jika kamu bisa mendapatkan account yang bebas komisi di semua broker luar negeri yang juga menggunakan meta trader 4.

Sedangkan untuk teknik tradingnya sendiri, penulis mengungkapkan teknik fibonachi yang dimodif menjadi 0-25-50-75-100. Penjelasan mengenai teknik trading-nya sendiri menurut saya kurang jelas. Tidak dijelaskan kita harus bermain untuk pair apa. Lebih cocok di time-frame berapa (Di beberapa bagian disebutkan untuk H4, tapi di bagian lain disebutkan bisa untuk semua). Juga tidak disebutkan persentase win dari strategi ini mencapai berapa %. Strategi keluar-nya pun disebutkan 30 poin. 30 poin ini tidak dijelaskan cocok untuk pair apa. Bila kita bermain GBP/JPY tentu akan terlalu sedikit bila kita mematok target hanya 30 poin. Juga tidak ada satupun contoh secara riil (studi kasus) mempraktekkan strategi Squash Games Theory ini. Akan tetapi mungkin ini salah satu strategi penulis, supaya kita mengikuti Workshopnya.

Dari teknik yang  saya pahami setengah-setengah dari buku ini, saya rasa teknik yang dijelaskan penulis sedikit spekulatif sifatnya. Walaupun kalau saya lihat memang ada win percentage yang lumayan bila diimplementasikan di pair yang tidak terlalu volatile semacam EUR/USD atau USD/JPY pada time frame H4. Tapi tetap saja sifatnya sangat spekulatif. Bahkan kalau kita praktekkan ilmu ini secara langsung pada EUR/USD saja pada tahun sekitar 1990-an, maka dijamin kita akan salah ambil posisi terus menerus, karena sinyal dari Squash Games Theory menunjukkan sinyal wajib beli karena berada di area di bawah 25% hampir setiap harinya, tapi pada kenyataannya harga terus terjun bebas sampai pada level 0.8000-an. Tentu ini sudah dicover dengan strategi  switching yang juga dijelaskan dalam buku ini.

Teknik switching yang dimaksud penulis di sini yaitu memasang SELL STOP  / BUY LIMIT sebanyak 2x dari posisi semula pada daerah high/ low bila tiba-tiba arah berbalik. Teknik trading di Forex menurut saya sih tidaklah sesederhana itu. Pemasangan SELL STOP 2 lot setelah BUY ataupun BUY LIMIT 2 lot setelah SELL juga merupakan tindakan yang sangat beresiko. Karena sering sekali terjadi false breakout di Forex. Tidak ada penjelasan juga dari penulis apa yang mesti dilakukan bila ternyata posisi STOP LIMIT ini tiba-tiba berubah arah kembali. Tidak ada management risk sama sekali di sini. Bila tidak ada penjelasan detail mengenai bagaimana mengatur risk dari strategi ini akan sangat berbahaya bagi para trader yang mengimplementasikannya. Ancaman bankrut juga bukan tidak mungkin terjadi jika false breakout diikuti trending yang sangat-sangat kuat.

Hal yang saya rasa juga kurang lengkap adalah penjelasan penulis mengenai modal minimal yang dibutuhkan pada bab 7 Rasio Modal dan Resiko. Menurut penulis, modal minimal yang dibutuhkan di sana adalah sebesar 50 juta rupiah. Padahal pada kenyataannya kan ada alternatif lain untuk para trader yang tidak memiliki modal banyak.  Sebenarnya penulis bisa menambahkan bahwa itu adalah modal minimal bila kita memlih untuk menggunakan account standar. Akan tetapi ada alternatif bagi para pemilik modal kecil dengan adanya account mini dan micro yang dengan modal $100 (1 juta) saja pun sudah bisa trading.

Satu-satunya hal yang saya suka di buku ini hanyalah teori penulis mengenai 3 era ekonomi serta penjelasan mengenai ekonomi pada bab 9 mengenai Perang Moneter Amerika Serikat – China. Kesimpulannya, buku ini secara keseluruhan kurang detail penjelasannnya. Dan banyak hal yang tampaknya tidak dijelaskan penulis seperti tidak adanya komisi bila kita membuka account di broker luar negeri serta adanya kemungkinan untuk membuka account dengan modal hanya $100. Takutnya bila orang awam membaca ini akan salah mengerti dan menganggap bahwa forex butuh modal banyak. Saya pada intinya tidak ingin menjelekkan buku ini. Toh ini semua hanyalah pendapat saya berdasarkan pengalaman trading saya di Forex selama ini. Kalau toh penulis memang bisa secara konsisten menghasilkan profit dari teknik ini tentu baik adanya… Hanya saja penjelasan dari buku ini kurang jelas dan sangat berpotensi membuat orang bingung saat mengimplementasikannya. Semoga bila ada edisi kedua-nya bisa lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *