Mencari Celah dari Harga Pasar dengan Analisa Volume (Bagian 1)

Oke, hari ini saya akan sedikit membuka rahasia dari teknik trading paling efektif yang selama ini digunakan oleh trader-trader profesional. Hari ini saya akan membahas mengenai Volume Analysis (analisa berdasarkan volume). Pertama-tama, saya ingin anda mengerti dahulu mengenai bagaimana cara harga bergerak turun dan naik. Untuk lebih mudah dipahami, saya akan menggunakan contoh-contoh dari sebuah simulasi.


analisa-volume

Sebagai contoh :
Pair : GBP/JPY
Harga saat ini : 172.354 bid, 172.379 ask (hanya contoh)
Nama dari para Market Maker (MM) yang sedang melihat harga : MM1, MM2, MM3
MM1 sudah pasang posisi BUY. Mereka sudah mempunyai 20 posisi buy dan menawarkan untuk dijual. Berikut adalah daftar dari harga penawarannya (Bid Price) :

172.600 (2 posisi)
172.750 (3 posisi)
173.100 (4 posisi)
173.300 (11 posisi)

MM2 dan yang lainnya sedang mencari peluang untuk memasang posisi SELL, jadi mereka mencari posisi SELL dengan harga yang paling tinggi.

MM2 mengambil tawaran dari MM1 di 172.600. Dalam hal ini, order ini akan membuat harga yang semula di 172.354 melompat menuju ke 172.600 (Bid) dan 172.620 (Ask). Inilah harga baru dari market.

Selanjutnya MM3 juga mengambil tawaran dari MM1 di 172.750. Harga naik kembali dari 172.600 bid ke 172.750 (Bid) dan 172.780 (Ask). Inilah harga baru dari market.

Harga ini sendiri telah menunjukkan posisi yang diinginkan oleh kebanyakan institusi ke depannya. Seperti yang anda lihat dari contoh di atas, harga naik ketika MM membuka posisi SELL, dan naik lagi, ketika ada MM lain yang membuka posisi lagi. Dan inilah rahasianya. Makanya jangan heran bila banyak sekali retail trader (90%) mengalami kerugian. Trend yang banyak diikuti oleh para retail trader biasanya berkebalikan dengan posisi yang dipasang oleh MM. Mereka tahu masa depan, tapi retail trader tidak tahu. Jadi, jika kita sudah tahu seperti ini, maka kesimpulannya adalah : “Harga trending naik, kita mencari posisi SELL, harga trending turun, kita mencari posisi BUY.”

Dengan mengerti hal ini, tidak berarti kita secara buta masuk dan membuka posisi. Dengan adanya analisa volume, kita bisa mengetahui keinginan dari MM. Nah, sekarang strateginya bagaimana kita bisa memanfaatkan ini untuk keuntungan kita.

Oke. Saya akan langsung mulai jelaskan ke hal teknis. Karena kita berbicara mengenai volume di sini, maka kita langsung saja lihat indicator Volume di MT4 kita masing-masing. Sekarang perhatikan volume dari tiap candle yang terbentuk. Perhatikan semua volume yang tidak biasa (>150% dari volume rata-rata). Di situlah petunjuk mengenai para institusi (MM) memasuki pasar.

Oke. Sebagai awal, perlu kita pahami dasar-dasar ini dulu. Di artikel selanjutnya, saya akan mulai membahas mengenai dasar-dasar trading secara teknis menggunakan analisa Volume. Happy Trading.

3 thoughts on “Mencari Celah dari Harga Pasar dengan Analisa Volume (Bagian 1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *