Dow Theory – Dasar dari Analisa Teknikal

Nah, bila anda tertarik untuk mendalami Technical Analysis, ada baiknya anda mempelajari Dow Theory (Teori Dow) terlebih dahulu. Dow Theory bisa dibilang merupakan dasar dari Technical Analysis (Analisa Teknikal). Jadi pastikan anda menguasai ilmu dasarnya dulu sebelum memutuskan untuk belajar lebih jauh mengenai technical analysis. Dow Theory ini sendiri sebenarnya sudah ada sejak 100 tahun yang lalu. Namun dasar dari teori yang dibuat oleh Charles Dow ini masih saja berlaku di market saat ini, termasuk juga forex market. Saya tidak akan menjelaskan latar belakang dan beberapa bagian yang kurang penting mengenai teori ini. Bila anda memang ingin tahu mengenai secara lengkap mengenai Dow Theory, baca saja artikelnya di Stockcharts Chartschool mengenai Dow Theory. Jadi yang akan saya bahas di sini adalah inti-inti penting dari Dow Theory.


charles_dow

Hal yang perlu diperhatikan

Sebelum masuk dalam Dow Theory, ada beberapa asumsi penting mengenai teori ini :

Manipulasi Market

Tren utama dari market tidak mungkin bisa dimanipulasi. Walaupun beberapa pemain besar seperti institisi besar dan para spekulator bisa saja memanipulasi market dalam jangka waktu pendek (beberapa jam atau hari), akan tetapi secara jangka panjang market akan bergerak mengikuti tren utamanya. Bila benar-benar ada pemain besar yang memanipulasi market, maka mereka akan bertahan paling lama selama beberapa hari saja, karena transaksi di forex market terlalu besar untuk dimanipulasi. Perputaran uang di pasar forex mencapai triliun-an US Dollar tiap harinya.

– Teori ini tidaklah sempurna

Tidak ada teori yang bisa sempurna. Dow Theory ini sendiri dibuat hanyalah untuk memberikan suatu mekanisme agar bisa membantu untuk menghilangkan emosi para trader pada saat trading. Disarankan pada saat trading, kita tidak mengikuti keinginan kita. Selalu berusahalah untuk obyektif (inilah bagian paling sulit). Karena secara tidak langsung, kita menjadi subyektif saat kita mempunyai posisi di market. Kita akan cenderung hanya melihat sinyal atau berita yang mendukung bahwa market akan bullish, saat kita punya posisi buy. Begitu pula sebaliknya.

Dow Theory

Berikut ini adalah 5 Poin dari Dow Theory :

1.  Harga di Market Mencerminkan Segalanya

Level harga dari sebuah produk investasi (termasuk mata uang dalam forex) merefleksikan seluruh informasi yang ada di market. Semua informasi yang ada membentuk adanya supply dan demand yang menyebabkan bergeraknnya harga. Oleh karena itu, sungguh bodoh bila kita melakukan trading dengan cara meramalkan apa yang akan terjadi. Market sangatlah dinamis. Tidak ada satu pun trader di dunia yang mampu secara tepat meramalkan apa yang akan terjadi di market. Jadi berhentilah untuk mencoba meramal.


Schedule forex

2. Harga selalu Bergerak dalam Tren

Harga selalu bergerak dalam suatu tren. Lho. Bukannya terkadang harga bisa masuk dalam konsolidasi di mana harga tidak bergerak ke mana-mana (sideways). Dalam hal ini, cobalah untuk melihat harga pada TF lebih tinggi. Perhatikan bahwa memang benar adanya market selalu bergerak dalam tren. Oleh karena itu sangatlah penting untuk tahu bagaimana mengidentifikasi tren. Selama belum ada tanda bahwa harga mencapai tahap konsolidasi dan reversal (pembalikan), tren dianggap valid. Tanda-tanda terjadinya perubahan biasanya diawali dengan ditembusnya level support dan resistance. Belajar mengenai support dan resistance adalah dasar utama dari forex trading. Pastikan anda benar-benar mengerti mengenai support dan resistance.

3. Tren dikonfirmasi dengan Volume

Tren akan valid bila dikonfirmasi dengan volume. Yang dimaksud di sini adalah bila harga bergerak dengan volume trading yang kecil, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Tapi kalau harga bergerak dengan volume besar, maka ini menunjukkan gerakan sebenarnya dari market. Sayangnya ini hanya efektif di pasar saham. Saya tidak menemukan ada keuntungan berarti saat mengimplementasikannya di forex market.

4. Sejarah Selalu Berulang

Pola pergerakan harga akan selalu berulang, karena manusia tidak pernah berubah. Tindakan psikologis terhadap supply dan demand akan cenderung sama dari waktu ke waktu. Dari celah inilah biasanya para forex trader profesional mengambil untung. Forex trading menurut saya adalah sebuah permainan psikologi. Karena forex trader yang benar-benar bisa konsisten menghasilkan profit dari market bertahun-tahun biasanya pasti telah menguasai psikologi trading. Menurut saya, psikologi trading adalah salah satu bagian tersulit untuk dipelajari dalam forex trading.

5. Market Mempunyai Tiga Trend

Menurut teori Dow, trend dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu jangka panjang (primary movement), jangka menengah (secondary movement) dan jangka pendek (daily movement). Teori inilah yang kemudian melahirkan apa yang disebut dengan Elliot Wave.

tiga jenis tren

Tren Jangka Panjang (Primary Movement)

Tren jangka panjang dari market. Biasanya timeframe dari pergerakannya adalah beberapa bulan sampai 1 tahun. Dalam forex, anda dapat melihatnya lewat chart dengan TF Weekly atau Monthly.

Tren Jangka Menengah (Secondary Movement)

Gerakan yang melawan tren jangka panjang atau biasa disebut sebagai koreksi. Biasanya ini nampak pada chart dengan TF Weekly dan Daily. Ada beberapa catatan dari Hamilton (orang yang menyempurnakan Dow Theory buatan Charles Dow) mengenai tren jangka menengah ini :

  1. Berdasarkan riset, Hamilton mengestimasikan bahwa tren jangka menengah (secondary movement) ini biasanya panjangnya adalah sekitar 1/3 sampai 2/3 dari tren jangka panjang (primary movement). Rata-ratanya adalah sekitar 50 %.

    forex_eu_daily
  2. Hamilton juga mencatat bahwa tren jangka menengah ini juga cenderung lebih cepat dan tajam daripada tren jangka panjang.
    Contoh :
    Tren Jangka Panjang : EUR/USD bergerak turun 1750 pips dan bertahan dari 1 Mei 2011 sampai 9 Oktober 2011 ( hampir selama 5 bulan).
    Tren Jangka Pendek : EUR/USD mengalami koreksi 860 pips (49 %) dari 10 Oktober 2011 dan bertahan hanya dalam waktu 20 hari sebelum market turun kembali.
  3. Pada akhir dari tren jangka menengah, biasanya kita akan memasuki masa di mana harga bergerak sangat sedikit dengan volume yang sedikit pula. Sayangnya ini tidak terlalu efektif saat diimplementasikan di forex. Karena  forex bukanlah pasar yang terpusat, maka volumenya pun tidak bisa tercatat secara keseluruhan. Inilah yang menyebabkan kita tidak dapat mengimplementasikan teori ini di pasar forex.
    Contoh di bawah ini adalah contoh sempurna mengenai teori ini. Saat harga dalam tren bearish (turun), ada masa di mana volume mulai rendah (di bawah rata-rata). Ini biasanya adalah tanda bahwa market sudah enggan untuk melakukan sell lagi. Ini biasanya adalah tanda-tanda awal akan terjadi reversal. Dan kemudian yang terjadi adalah harga memang berbalik dengan volume yang melonjak, maka ini berarti harga memasuki tren baru yaitu bullish.

    tren_dikonfirmasi_volume
  4. Dasar dari sebuah lembah (titik terendah dari harga) yang diikuti dengan volume tinggi biasanya menandakan adanya indikasi akan terjadinya perubahan tren. Tapi ini tidak selalu terjadi, buktinya adalah pada saat crash parah pada tahun 1998 dan 2007 yang lalu, di mana banyak sekali terbentuk lembah dengan volume tinggi, tapi harga terus bergerak turun selama beberapa minggu. Sama seperti poin no 3, teori ini menurut saya juga tidak terlalu efektif diimplementasikan di forex.

    washout_sign

Tren Jangka Pendek (Daily Movement)

Tren jangka pendek ini adalah pergerakan secara harian. Kita bisa melihatnya pada TF H4 sampai M5. Pergerakan harga harian ini rawan sekali manipulasi dan biasanya bergerak secara random (tidak bisa ditebak). Ironisnya, justru di sinilah biasanya para trader forex biasanya bermain, kecuali untuk para forex trader yang bermain long term. Karena itulah dibutuhkan sistem trading yang benar-benar telah teruji untuk bisa meraih profit secara konsisten.

6 . Market Mempunyai Tiga Fase

Selain ada tiga macam tren, Dow Theory juga mengidentifikasi ada tiga fase pergerakan dari market. Pergerakan ini adalah semacam kondisi psikologis dari market yang kemudian mempengaruhi pergerakan dari harga.

Fase 1 – Akumulasi (accumulation)

Ini adalah tahapan di mana masih ada ketakutan di kalangan para investor untuk masuk posisi di mana harga baru saja bergerak dari sebuah tren panjang. Biasanya di tahap inilah investor yang cerdik mulai melakukan pembelian atau penjualan secara perlahan. Pada tahap ini harga tidak terlalu bergerak dan cenderung sideways.

Fase 2 – Gerakan Besar (Big Move)

Pada tahap ini investor yang lain mulai mengetahui tindakan yang dilakukan oleh investor pada tahap pertama dan mulai ikut masuk posisi. Pada tahapan ini harga akan mengalami gerakan yang cukup banyak sehingga terjadi perubahan harga yang cukup drastis.  Tahap ini adalah masa yang paling mudah bagi para investor dan trader untuk menghasilkan keuntungan.

Fase 3 – Kejenuhan (Excessive)

Pada tahapan ini, investor yang masuk posisi di tahap pertama mulai melepaskan posisinya ke market. Dalam tahap ini investor mulai membeli atau menjual posisi yang dipasang di awal. Dalam tahap ini mulai terjadi koreksi di market. Tren follower yang ragu-ragu untuk masuk posisi biasanya akan menderita loss di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *