PostHeaderIcon Menggunakan MACD dalam Trading Forex

Oke… hari ini saya akan coba untuk membahas mengenai indicator dasar yang cukup populer di kalangan para trader yaitu MACD. Seperti halnya Moving Average, MACD juga berguna untuk membantu trader mengenali trend ataupun juga sebagai alat bantu untuk mendapatkan sinyal untuk memasang posisi baru. Saya tidak akan membahas teori dasar dari MACD. Bagi anda yang belum pernah membaca teori dasar MACD, saya persilahkan untuk membaca terlebih dahulu di Stockcharts mengenai MACD ataupun mungkin website lain yang anda anggap mudah dimengerti. Bagi yang sudah tahu mengenai dasar MACD, lantas bagaimana mempraktekannya di dalam forex? Oke… Saya akan bahas satu persatu. Oke… sejujurnya, MACD adalah salah satu indicator favorit yang saya gunakan saat trading. Alasannya satu. Indicator ini saya anggap bisa mewakili puluhan indicator lainnyauntuk menunjukkan trend, perubahan trend ataupun gejala-gejala lain dalam pasar.

Oke, Kegunaan pertama dari MACD adalah untuk mengenali Trend. Cara mudah untuk mengetahui trend melalui MACD adalah dengan melihat histogramnya. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Canggihnya EA Chartist – Si Inem Cerdas Buatan Secundo Lee

Beberapa bulan yang lalu setelah saya selesai membaca buku tulisan Secundo Lee, saya belum sempat mencoba EA terbaru buatan Secundo yaitu Chartist atau yang sering disebut Secundo sebagai si Inem Cerdas. Mengapa disebut dengan sebutan si inem cerdas? Karena EA ini diibaratkan adalah sebagai pembantu serba bisa dan seksi (ups… gak selalu seksi sih. wkwkwk) yang akan membantu kita untuk melakukan trading tanpa harus terus-menerus di depan monitor.

Baru beberapa minggu yang lalu, akhirnya saya punya kesempatan untuk mencobanya. Hasilnya, EA ini benar-benar membantu saya dalam trading. Seperti filosofi Secundo, trading memang harusnya dilakukan dengan santai tanpa harus berada di depan monitor sepanjang hari. Dan EA Inem Cerdas ini benar-benar membantu kita untuk lepas dari hal-hal yang bisa menguras emosi dan waktu tersebut.

EA ini menurut saya sangatlah canggih. Kalau biasanya EA yang lain hanya menetapkan stop loss dan taking profit pada harga yang fix, Inem Cerdas ini bisa membantu menjaga trading kita dengan nilai Stop Loss dan Taking Profit berdasarkan garis yang kita tentukan. Untuk lebih jelasnya coba lihat ilustrasi saya berikut ini.

Oke… Bagi yang sudah belajar mengenai price action, biasanya kita tentu tahu dengan apa yang namanya garis support dan resistance. Di garis-garis inilah, harga punya kecenderungan untuk menguji apakah akan terus melanjutkan trend-nya atau berbalik arah.

Dengan Inem Cerdas, maka kita bisa menyuruh si Inem untuk pasang posisi dekat dengan garis support / resistance. Contohnya seperti chart berikut ini.

trade-inem-chartist
Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Contoh Trading menggunakan Babon Slope

Oke… Bagi yang mengikuti blog saya, baru saja saya membahas sebuah teknik scalping yang cukup efektif, yaitu Babon Slope (Bagi yang belum membaca, silahkan baca di link ini). Oke. Bagi yang belum cukup jelas mengenai sistem ini, saya akan berikan beberapa contoh trading menggunakan sistem ini. Berikut ini adalah contoh trading yang saya lakukan pada tanggal 24 Februari 2014 menggunakan sistem Babon Slope ini. Trade dilakukan pada pair EUR/JPY. Kita langsung saja pada contoh ya…

TRADE #1

20140224-01
 Setelah melihat Big Picture (H1) dan trend menunjukkan sedang turun. Maka kita hanya mengambil posisi SELL di time frame M1. Dan sekitar jam 11 siang, muncul 3 sinyal SELL (saya kasih nomor 1,2 dan 3 di chart). Coba kita bahas 1 persatu. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Sistem Trading Scalping Babon System

Oke… Kali ini saya akan mengulas mengenai sebuah sistem trading scalping yang cukup populer di forum forex factory. Sistem ini bernama Babon System dan dibuat oleh seorang trader bernama Favorite (ini link thread-nya di FF).  Favorite yang membuat sistem ini hanya trade pada pair EUR/JPY, tapi katanya sistem ini juga berjalan baik pada GBP/JPY, EUR/USD, GBP/USD. Dan seperti kebanyakan sistem trading scalping, trading dilakukan pada timeframe M1.

Babon System sendiri terdiri dari 2 langkah, yaitu melihat BIG PICTURE dari market di H1 dan H4, dan selanjutnya masuk ke chart M1.

Indicator yang digunakan ada 3 yaitu :

Ada 3 Template yang digunakan, yaitu :

Saat di mana sebaiknya kita Stay Away dari Market saat menggunakan Sistem ini.

Pertama-tama, sebelum trade kita perlu tahu kapan kita sebaiknya menghindari market. Walaupun kelihatan sepele, tapi banyak sekali trader yang tidak tahu kapan harus stay away dari market, yang akhirnya menyebabkan kerugian. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Belajar Membuat EA (Bagian 2) – Membuat EA Sederhana

Setelah membaca mengenai dasar-dasar dari pemrograman MQL, sekarang marilah kita coba untuk praktek membuat EA yang sederhana. EA yang coba saya buat ini sangatlah sederhana. Logikanya begini :

EA akan melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah sudah ada posisi atau tidak di market. Bila tidak, maka EA akan  langsung memasang posisi baru. EA akan melakukan BUY bila harga penutupan (close) candle terakhir berada di atas garis Moving Average atau akan melakukan SELL bila harga penutupan (close) candle terakhir berada di bawah garis Moving Average.

Sebelum mulai membuat MQL, pertama-tama kita mesti memahami konsep dari strategi trading yang akan kita buat EA-nya. Dalam setiap strategi trading yang ingin dibuatkan EA-nya, kita perlu mengetahui :

- Indikator apa yang digunakan?
- Bagaimana cara OP (Open Posisi) ke dalam market ?
- Bagaimana cara Exit baik itu TP (Take Profit) maupun SL (Stop Loss) ?

Langkah 1 – Buat Template

Sebelum memulai coding, pertama-tama kita mesti membuat templatenya terlebih dahulu. Template di sini sangatlah penting untuk memudahkan kita memahami dengan cara kerja dari EA tersebut. Template ini juga akan membantu pada saat backtesting nanti. Dari contoh di atas, saya akan membuat templatenya terlebih dahulu. Caranya tinggal menempelkan 1 garis MA (saya menggunakan MA periode 30). Setelah selesai membuat template, jangan lupa untuk menyimpan template tersebut. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Review Buku : Lazy Trader – Genius Trader oleh Secundo Lee

Secundo Lee adalah salah satu nama dari beberapa forex mentor yang mengadakan seminar di Indonesia. Saya pribadi pernah menghadiri seminarnya di Surabaya yang waktu itu masih tidak free (kita harus membayar Rp. 300.000 untuk seminar singkat selama 2 jam), dan terus terang saya cukup senang dengan sosok Secundo Lee ini. Di hampir semua seminar yang biasanya saya hadiri, biasanya pembicaranya akan lebih banyak menggunakan bahasa marketing dan agak muluk muluk yang bertujuan untuk membuat kita membeli produk atau mengikuti workshop mereka. Namun ini tidak saya temui pada Secundo Lee. Semua bahasannya adalah ilmiah dan sangat mendalam. Kelihatan sekali dia sangat expert di bidangnya. Tidak ada bumbu-bumbu penyedap pada kata-kata yang disampaikannya seperti halnya para pembicara di seminar lain. Hal inilah yang membuat saya suka dengan Secundo Lee. Oleh karena itu, waktu saya melihat ada buku barunya yang berjudul Lazy Trader – Genius Trader di Gramedia, iseng-iseng saya pun membelinya. Ini adalah buku kedua Secundo Lee setelah buku pertamanya dulu yang berjudul The Lazy Way of Forex Trading. Oke, langsung saja masuk ke dalam isi bukunya.

lazy trader genius trader
Buku ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Lazy Trader (131 halaman) dan Genius Trader (60 halaman). Lazy Trader berisi mengenai bagaimana pandangan yang benar mengenai forex trading, sedangkan Genius Trader berisi mengenai perjalanan Secundo dalam mencapai kesuksesannya . Bagian yang sebaiknya dibaca terlebih dahulu adalah Lazy Trader. Karena bagian inilah yang mengungkapkan dasar dasar pemikiran agar bisa menjadi forex trader yang berhasil. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Belajar Membuat EA (Bagian 1) – Pengenalan Bahasa MQL

Bahasa MQL? Apa sih itu? Bila anda belum pernah dengar apa itu bahasa (bahasa pemrograman) MQL, anda berarti sama seperti orang kebanyakan. Banyak trader forex hanya tahu tentang indicator dan Expert Advisor (EA), tapi saat ditanya bahasa MQL, mereka tidak tahu. Sebenarnya apa sih bahasa MQL itu? MQL (MetaQuotes Language) adalah bahasa pemrograman untuk memprogram EA, Indicator ataupun script yang nantinya bisa digunakan pada platform Meta Trader. Ada beberapa versi dari MQL dan yang paling banyak digunakan adalah 2 versi terakhir yaitu MetaQuotes Language 4 (MQL4) dan MetaQuotes Language 5 (MQL5). Bahasa pemrograman MQL ini sendiri biasanya digunakan untuk membuat :

  • Expert Advisor EA atau banyak dikenal orang sebagai robot adalah program yang berjalan seiring dengan gerakan harga pada market. EA sendiri punya banyak fungsi. Ada yang berfungsi memberikan sinyal saja sampai dengan melakukan eksekusi seperti memasang posisi baru ataupun menutup posisi secara otomatis.EA tersimpan di folder \experts dalam folder MetaTrader anda.
  • Custom Indicator Selain indicator bawaan dari MetaTrader, kita juga bisa membuat indicator sendiri (custom indicator). Sedikit berbeda dengan EA yang bisa memasang posisi dan menutup posisi, indicator hanya berfungsi sebagai alat analisa saja. Indicator tidak dapat memasang posisi ataupun menutup posisi secara otomatis.Custom Indicators tersimpan di folder \experts\indicators dalam folder Meta Trader anda. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Menerima Loss saat Trading

Salah satu hal yang wajib anda pelajari dalam forex trading adalah sikap anda dalam menerima kekalahan (loss). Walaupun secara teori ini terlihat mudah, tapi tetap saja lose (rugi) adalah sesuatu yang sulit diterima oleh para trader pemula maupun yang sudah ahli.

Untuk itu kita perlu belajar yang namanya sikap untuk menerima kekalahan. Sikap kita dalam menerima kekalahan sangatlah penting untuk kesuksesan trading kita. Mental kita ini adalah salah satu faktor terpenting untuk bisa sukses di bidang ini. Kalau mencari perumpamaan, mungkin tidak ada yang lebih tepat dibandingkan dengan perumpamaan yang dipakai oleh Secundo Lee dalam bukunya Lazy Trader-Genius Trader. Trading forex itu bukanlah berjuang menjadi trader terbaik (kalau di maraton, ibarat kita bisa juara 1, 2 atau 3 dari ribuan peserta), melainkan sukses untuk bisa profit secara konsisten setiap akhir bulannya (di maraton, itu berarti kita berhasil mencapai garis finish. Bagi para pelari maraton, bisa mencapai finish adalah kemenangan tersendiri).

Biasanya, kalau kita ingin mengikuti lomba maraton, sebelumnya kita akan berlatih minimal 1 bulan sebelumnya. Demi bisa mencapai finish, kita tentu harus melakukan latihan keras untuk memperkuat stamina kita. Begitu pula dengan trading. Mental, emosi dan pikiran dalam trading adalah seperti stamina dalam lomba maraton. Untuk bisa berhasil dalam trading, kita perlu menempa dan menggembleng mental, sikap serta disiplin diri kita.

Dalam bukunya Secundo, ada 1 paragraf yang sangat penting di halaman 19 yaitu yang menyebutkan bahwa keberhasilan dalam forex bukan melulu hanya pada profit yang ingin anda capai, tapi juga terhadap sikap anda atas hasil trading yang diperoleh, entah itu profit atau risiko rugi. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon 3 Jenis Gerakan Market Yang Perlu Diketahui

Melakukan Trading dengan tidak disertai pengetahuan yang cukup pada umumnya hanya akan berujung pada kerugian secara jangka panjang. Tanpa pengetahuan, trading Forex bisa saya bilang tidak ada bedanya dengan judi. Bisa jadi anda yang beruntung bisa memperoleh profit pada awalnya. Tapi secara jangka panjang, saya jamin anda akan rugi. Oleh karena itu pengetahuan mengenai market adalah segalanya. Bila anda trader pemula di Forex, janganlah terburu-buru mengklaim bahwa sistem trading anda adalah yang terhebat dan sebagainya. Menurut saya, tidak ada sistem trading yang benar-benar sempurna. Semua sistem trading pasti punya kelemahan dan keunggulan masing-masing. Sistem trading forex apapun pasti ada kalanya tidak cocok diterapkan di suatu periode tertentu. Oleh karena itulah sangatlah penting bagi kita bagi trader untuk mengenal gerakan-gerakan market dalam pasar.

Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai jenis gerakan Market. Mengenal jenis gerakan market ini sangatlah vital dalam perjalanan trading kita. Sistem trading yang kita gunakan biasanya hanya cocok pada salah satu jenis gerakan market saja. Oleh karena itu sangatlah penting untuk memahami sedang dalam fase apakah market sekarang ini dan apakah cocok bila kita menerapkan strategi A, B, C, dst.

Oke. Saya langsung saja. Secara garis besar, gerakan harga pada pasar bisa dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Trending
Pada fase ini, harga akan bergerak naik atau bergerak turun secara terus menerus. Masa-masa ini biasanya adalah yang banyak dicari oleh para swing trader. Ada banyak strategi yang bisa diterapkan untuk market yang sedang treding ini, salah satunya adalah strategi perpotongan MA, strategi breakout, dll. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan sistem trading seperti martiangle atau yang berdasarkan pada oscilator pada saat kondisi market sedang trending.

trending
Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Belajar MA (Bagian 1) – Menggunakan MA Secara Bijaksana

Karena moving average adalah indicator yang paling banyak digunakan oleh trader, maka pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai moving average. Bagi yang belum tahu cara penggunaan MA, silahkan kunjungi posting saya sebelumnya mengenai Cara Penggunaan MA di Forex. Nah, kalau kita baca teorinya, sepertinya kelihatan mudah ya. Contoh seperti saat trading kita sering mendengar kata-kata “Trend is your Friend” yang maksudnya kalau kita pasang posisi searah dengan trend tentu akan punya kemungkinan lebih besar untuk mendatangkan profit daripada bila kita memasang melawan trend. Nah, salah satu fungsi dari MA adalah tentu saja untuk mengetahui tren. Seperti tulisan saya sebelumnya, salah satu cara paling mudah menentukan tren yang terjadi adalah dengan melihat posisi harga terhadap garis MA. Bila harga berada di atas MA maka tren = Tren sedang Naik. sedangkan bila di bawah MA = Tren sedang Turun. Nah… Pada prakteknya… Apa segampang itu? Bila anda tahu caranya, maka hal ini tidaklah sulit. Tapi bila anda tidak tahu caranya. Penggunaan MA juga tidak akan banyak membantu hasil trading anda.

Coba kita praktekkan pada EUR/USD di timeframe H1. Saya mengambil data sekitar selama seminggu terakhir (Tanggal 6 September 2013 – 13 September 2013) dan menggunakan EMA 34 pada chart.


eur-usd-ma

Read the rest of this entry »