Wave Analysis (Bagian 1) : Teknik Analisa berbasis Gelombang

Selama satu tahun terakhir, saya fokus hanya pada 1 analisa saja yaitu Wave Analysis. Konsep dasar Wave Trading ini sendiri mengambil inti sari dari Elliot Wave, hanya saja cukup banyak sekali perbedaannya. Kalau bisa dibilang, Wave Analysis yang saya gunakan lebih ke practical daripada Elliot Wave yang kebanyakan adalah teori, di mana kadang situasi market tidaklah selalu sesuai dengan teori. Salah satu hal yang menarik dari adalah komentar salah satu manager account di salah satu broker yang mengatakan “Elliot Wave itu adalah salah satu teori yang paling tidak berguna dalam analisa teknikal”. Seorang seminar trainer yang menjual sinyal dari sebuah grup trading forex juga mengatakan bahwa “Elliot Wave dan Fibonachi itu subyektif dan tidak menghasilkan, karena penciptanya Ralph Elliot hidup miskin dan tidak menghasilkan apapun dari trading”. Ini mengacu pada artikel di link https://www.elitetrader.com/et/threads/did-ralph-elliot-die-broke.287263/. Saya sendiri tidak berkomentar mengenai pendapat mereka, karena memang teknik yang saya gunakan juga bukan Elliot Wave, meskipun beberapa dasarnya mengambil ilmu dari situ. Pendapat orang memang tentu berbeda-beda dan saya menghormati pendapat setiap orang. Continue reading Wave Analysis (Bagian 1) : Teknik Analisa berbasis Gelombang

Chart Pattern (1) : Slowing Reversal Pattern

Salah satu tanda-tanda akan mengalami reversal biasanya adalah adanya pola yang tetap searah dengan trend saat ini tapi sedikit melambat. Salah satu yang paling terlihat jelas dari pola ini adalah kemiringannya yang melandai dibandingkan dengan trend sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya akan saya sertakan contoh-contoh berikut ini :

Continue reading Chart Pattern (1) : Slowing Reversal Pattern

Rest In Peace Secundo Lee, The Lazy Trader

Kemarin sewaktu saya membuka Facebook, saya dikagetkan dengan berita meninggalnya salah satu trader forex yang saya kenal yaitu Secundo Lee. Saya sendiri mengenalnya karena mengikuti seminarnya pada tahun beberapa tahun lalu. Walaupun tidak terlalu akrab, tapi dahulu saya pernah beberapa kali chatting melalui Skype waktu saya baru saja mengikuti seminarnya untuk belajar darinya. Dari berita yang saya dengar, kabarnya Secundo Lee mengalami kecelakaan paralayang di Batu. Kalau kita mengecek facebooknya Secundo, memang postingan terakhirnya adalah foto-foto saat Secundo Lee sedang melakukan aksinya di paralayang, Batu pada tanggal 12 September 2016.

1

Bagi yang tidak mengenalnya, Secundo Lee adalah salah satu trader dengan kemampuan lengkap, punya analisa hebat baik analisa teknikal maupun fundamental, dan yang luar biasa adalah sisi programmingnya.

Continue reading Rest In Peace Secundo Lee, The Lazy Trader

Belajar Volume Spread Analysis (VSA) : Dasar dari Analisa Volume pada Forex (Bagian 1)

Teknik analisa volume ini bisa dibilang adalah teknik yang cukup advance dalam forex. Ada banyak forex trader yang tampaknya tidak menyadari kekuatan dari volume ini. Saya sendiri sempat belajar dari beberapa trader. Dan tampaknya banyak sekali trader pelit di luar sana yang hanya bisa pamer profit tapi tidak mau menyebarkan ilmunya. Pada akhirnya saya pun belajar secara otodidak dan setelah membaca banyak artikel, thread di forum serta ebook, barulah saya sedikit tahu mengenai apa itu analisa volume. Banyak orang menyebutnya sebagai VSA atau singkatan dari Volume Spread Analysis. Dasar-dasar dari VSA ini sendiri sebenarnya diperkenalkan oleh seorang bernama R. Wyckoff pada awal tahun 1930. Wyckoff mengatakan bahwa harga, volume dan waktu bisa memberikan gambaran demand dan supply dari apa yang disebut Smart Money (SM).

Wyckoff sendiri punya 3 prinsip dasar yaitu :

  • Harga dan Volume
  • Sebab dan Akibat
  • Usaha dan Hasil

VSA yang didalami saat ini masih berhubungan dengan dasar-dasar yang pernah dibuat oleh Wyckoff ini. Continue reading Belajar Volume Spread Analysis (VSA) : Dasar dari Analisa Volume pada Forex (Bagian 1)

Belajar Price Action (Bagian 1) : Inside Bars Pattern

Semua trader forex tentu sedikit banyak tahu atau paling tidak pernah mendengar mengenai Price Action. Ini adalah teknik analisa chart untuk memprediksikan ke arah mana gerakan market ke depan. Bagi kamu yang belum tahu apa itu Price Action, saya akan jelaskan sedikit. Price Action adalah metode untuk mendeteksi gerakan harga tanpa indicator menggunakan pola yang sederhana ataupun kompleks menggunakan elemen elemen dasar dari chart (seperti garis horizontal, vertical, trend lines, fibo level, support / resistance level, dll). Pada awalnya mungkin metode ini kelihatan rumit, tapi sebetulnya tidak bila kita sudah memahaminya. Dari tahun ke tahun, metode ini semakin populer, terbukti ketika dibandingkan dengan metode yang menggunakan indicators.

Oke, pada postingan saya kali ini, saya akan membahas salah satu pola yang disebut dengan Inside Bars Pattern.

Pola Inside Bart terjadi ketika sebuah candle mempunyai body yang sepenuhnya berada di dalam candle sebelumnya (mother). Mother dan Inside Bar ini biasanya adalah pola yang cukup potensial untuk sinyal entry.

Ini adalah pola yang bisa berarti 2 hal, yaitu reversal (pembalikan arah), atau trend continuation (trend berlanjut)


Fig1_price_action_inside_bar1__1

Continue reading Belajar Price Action (Bagian 1) : Inside Bars Pattern

Mencari Celah dari Harga Pasar dengan Analisa Volume (Bagian 1)

Oke, hari ini saya akan sedikit membuka rahasia dari teknik trading paling efektif yang selama ini digunakan oleh trader-trader profesional. Hari ini saya akan membahas mengenai Volume Analysis (analisa berdasarkan volume). Pertama-tama, saya ingin anda mengerti dahulu mengenai bagaimana cara harga bergerak turun dan naik. Untuk lebih mudah dipahami, saya akan menggunakan contoh-contoh dari sebuah simulasi.


analisa-volume

Sebagai contoh :
Pair : GBP/JPY
Harga saat ini : 172.354 bid, 172.379 ask (hanya contoh)
Nama dari para Market Maker (MM) yang sedang melihat harga : MM1, MM2, MM3
MM1 sudah pasang posisi BUY. Mereka sudah mempunyai 20 posisi buy dan menawarkan untuk dijual. Berikut adalah daftar dari harga penawarannya (Bid Price) :

172.600 (2 posisi)
172.750 (3 posisi)
173.100 (4 posisi)
173.300 (11 posisi) Continue reading Mencari Celah dari Harga Pasar dengan Analisa Volume (Bagian 1)

Yukiko Ikebe, Ibu Rumah Tangga Berpenghasilan 60 Miliar dari Forex

Hari ini, waktu saya lagi baca-baca di Facebook, tiba2 saya membaca sebuah postingan salah satu trader yang menyebutkan nama Yukiko Ikebe. Di sana dia menyebutkan bahwa Yukiko Ikebe dalam bukunya yang berjudul “The Secret of FX” mengatakan ada rahasia di dalam market, bahkan sampai-sampai buku ini di larang peredaran nya dan kemudian di tarik kembali karena di rasa sangat merugikan bagi Broker. Sebenarnya siapa sih Yukiko Ikebe ini?


yukiko ikebe
Sebenarnya berita mengenai Yukiko ini sudah cukup lama, yaitu tahun 2007. Pada saat itu media cukup gempar, karena diberitakan ada seorang ibu rumah tangga berumur 60 tahun di Jepang yang berhasil mengantongi keuntungan sebesar 800 juta yen (60 Miliar Rupiah kurs saat itu) hanya dari trading Forex. Hal ini baru terungkap setelah dia didenda dan masuk penjara akibat tidak membayar pajak.

Kendati demikian, kesuksesan Yukiko Ikebe ini tidak dicapai dalam waktu singkat. Dia memulai trading Forex sejak tahun 2000, setelah sebelumnya berkecimpung dalam commodity futures lewat broker selama beberapa tahun. Lewat analisa teknikal yang dipelajarinya sendiri, dia mendapatkan keuntungan yang konsisten secara fantastis. Yukiko yang juga sering dijuluki sebagai “Kimono Trader” ini, menghasilkan keuntungan sebesar 400 juta yen di commodity futures dan forex mulai dari tahun 2003 sampai 2005.

Menurut Yukiko, tidak ada uang mudah yang bisa didapatkan di pasar Forex. Para trader dan investor benar-benar harus bekerja keras dan terus belajar agar tidak terperangkap dalam pasar forex yang sangat volatile. Charting secara cepat menjadi passion yang meningkatkan kinerja perdagangannya, dan dia biasanya selalu melihat candle, Fibonacci retracements, dan RSI.

Hasil Backtest Teknik Moving Average Crossover (Part 1)

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan mengenai hasil-hasil dari backtest sistem yang sudah pernah saya uji. Ada banyak ratusan sistem yang sudah saya test. Sangatlah penting untuk melakukan backtest. Karena dengan backtest lah kita punya acuan kuat seberapa profitable-nya sebuah sistem. Dengan punya data statistik hasil dari backtest, kita akan bisa melewati masa-masa saat kita mendapatkan loss secara beruntun. Dengan adanya data statistik yang pernah kita lakukan baik itu dari backtest maupun forward test, maka kita tetap yakin untuk menggunakan sistem tersebut, sehingga psikologi tidak akan terlalu terganggu. Biasanya saya mengetesnya menggunakan Expert Advisor.

Untuk yang pertama, saya mencoba sistem yang paling dasar yaitu Moving Average Crossover. Pembahasan mengenai Moving Average Crossover sendiri pernah saya bahas di post ini. Ini adalah teknik paling dasar di mana sangat mudah dimengerti. Gambarannya adalah seperti ini :

Continue reading Hasil Backtest Teknik Moving Average Crossover (Part 1)

Belajar Moving Average (Bagian 2) – Fakta tentang Teknik MA Crossover

Saat kita pertama kali belajar Forex, kita tentu sering membaca atau mendengar tentang bagaimana cara masuk posisi menggunakan perpotongan 2 garis MA (Moving Average). Bagi yang tidak tahu strategi ini, bisa coba baca di strategi MA Crossover di link ini. Nah… Bagi para beginner yang baru belajar forex, tentu strategi ini kelihatan menjanjikan. Tapi apakah anda tahu bahwa sebenarnya itu hanyalah teori semata. Saya sendiri pernah mengetesnya menggunakan EA, dan hasilnya jauh dari kata memuaskan. Mengapa bisa begitu? Hal ini tentu mengacu lagi ke artikel yang saya tulis tahun lalu mengenai ada 3 macam gerakan pada market forex, yaitu gerakan Trending, Netral (In Range), dan Wild (Choppy). Strategi Moving Average ini sendiri hanya bagus diterapkan pada saat market sedang trending. Padahal market trending hanya terjadi sekitar 20-30% dari keseluruhan gerakan pasar. Apalagi hal paling sulit diketahui adalah kapan market sedang trending dan kapan market sedang netral berlangsung.

Oke.. Untuk memperjelas yang saya maksud, coba mari kita praktekan jurus MA Crossover tersebut pada market GBP/USD di timeframe M30 kemarin. Hasilnya adalah seperti di bawah ini.

gbpusd-20140924
Seperti gambar di atas, dari 5 sinyal yang diberikan ke 4 sinyal menghasilkan kerugian. Bila Stop Loss anda terlalu kecil, bahkan semua trade ini akan menghasilkan kerugian.  Continue reading Belajar Moving Average (Bagian 2) – Fakta tentang Teknik MA Crossover

3 Tips untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri anda saat Trading Forex

Karena pengaruh dari pasar mata uang yang tidak menentu, seringkali ini akan mempengaruhi psikologis kita. Oleh karena itu sangatlah penting untuk menjadi tangguh dan punya kepercayaan diri yang tinggi saat trading.

Pada dasarnya, kepercayaan diri adalah kemampuan untuk secara aktif untuk fokus pada performa yang lebih baik dan menghindari pikiran negatif seperti gelisah dan rasa takut. Tapi dengan pasar yang selalu berubah dan melihat loss saat trading terkadang membuat anda tidak bisa mempertahankan kepercayaan diri anda.

1. Fokuslah pada prosesnya

Hampir setiap forex trader yang saya tahu memilih trading sebagai profesinya, dan semua itu hanya untuk membuatnya terlihat seperti pekerjaan kantoran yang menghasilkan uang secara tetap. Akan tetapi terlalu fokus pada hasil dari trading akan dapat merusak mental anda secara keseluruhan.

Satu hal yang perlu diingat adalah market tidak dapat ditebak. Tidak ada cara yang bergaransi penuh bahwa kamu akan menang atau kalah. Semuanya masih merupakan probabilitas. Daripada berfokus pada hasil laba rugi, kenapa anda tidak mengerahkan fokus dan pikiran anda untuk memastikan anda patuh dan disiplin pada rencana trading yang anda gunakan. Continue reading 3 Tips untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri anda saat Trading Forex