PostHeaderIcon Mental Holy Grail yang membuat Forex Trader Tidak Bisa Sukses

Salah satu penghambat utama dari kesuksesan seorang forex trader adalah mengenai mental. Kalau diibaratkan, forex itu bisa diibaratkan seperti kompetisi bela diri bersenjata. Kunci kesuksesan untuk bisa memenangkan pertarungan dalam kompetisi tentu saja tidak hanya bergantung pada senjata saja, melainkan juga orang yang menggunakannya. Senjata sehebat apapun tidak akan berguna bila orang yang menggunakan kurang mampu menggunakan senjata tersebut. Begitu pula dengan forex. Selama ini para forex trader pemula selalu mempunyai pertanyaan yang sama : “Sistem trading apa yang paling bagus dan konsisten?“, “Caranya kok bisa profit melulu pake indicator apa?”, “MA yang paling bagus untuk timeframe H1, H4 apa ya?“, dan berbagai pertanyaan lain seputar itu. Dalam hal ini jelas, bahwa yang dianggap oleh para forex trader pemula hanyalah bila mereka menemukan sistem yang hebat, maka mereka pasti sukses di forex. Inilah yang sering disebut orang dengan Mental Holy Grail. Holy Grail adalah sebuah istilah yang sering disebut di dalam komunitas trading dan investasi. Bagi sebagian besar trader, holy grail adalah sistem trading ajaib yang memberikan formula atau rahasia untuk menghasilkan keuntungan dengan resiko sangat kecil atau tanpa resiko sama sekali.

Bila anda masih beranggapan seperti itu dan anda benar-benar serius untuk menggeluti forex sebagai pemasukan utama anda, segera buang jauh-jauh mental holy grail ini. Seperti yang saya jelaskan tadi, ibarat dalam sebuah pertarungan bela diri, terkadang orang yang hanya menggunakan kayu bisa menang melawan orang yang menggunakan senjata samurai ataupun senjata hebat lainnya. Bahkan ada juga orang yang hanya bermodal tangan kosong juga bisa menjadi pemenang. Di dalam forex, ada juga beberapa trader yang chartnya naked (tanpa indikator sama sekali) dan bisa secara konsisten mendatangkan profit. Jadi intinya di sini adalah kesuksesan di dunia forex bergantung pada 80% trader itu sendiri dan 20% adalah sistem trading forexnya.


holy grail
Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Strategi STA dalam Forex Trading

Bila anda banyak aktif di forum ataupun sering membaca teknik-teknik trading Forex di internet, pasti pernah mendengar istilah STA. Istilah STA cukup familiar bagi para forex trader terutama bagi para trader dari luar negeri. Sebenarnya apa sih STA itu? Dan apa pentingnya dalam Forex Trading?

Apa sih sebenarnya Strategi STA itu?

STA atau yang merupakan singkatan dari Stop-Trail-Add sebenarnya adalah sebuah teknik perhitungan untuk memaksimalkan profit dan meminimalkan resiko. Konsep dari strategi ini adalah mengambil keuntungan dari price action yang bergerak searah dengan keinginan kita dengan cara menambah posisi, tapi tetap membatasi resiko dengan mengubah Stop Loss kita. Inilah yang biasakan dikenal dengan istilah S/T/A ratio (misalnya 100/1/1, 50/2/1, dll)

Dengan adanya S/T/A sendiri sebenarnya kita telah menentukan :

1. S : Seberapa besar pips dari STOP Loss awal kita.

2. T : Ratio berapa kali ukuran Trailing Stop yang kita tentukan dibanding dengan Stop awal kita.

3. A : Ratio penambahan jumlah lot yang akan anda tambah dari posisi awal kita.

Sebagai contoh, 100/1/ STA berarti anda mempunyai jarak stop loss awal sebanyak 100 pip, trailing stop sebanyak 100 pips, serta anda menambahkan jumlah lot yang sama setiap harga bergerak 100 pips. Sedangkan 50/2/0.5 STA berarti anda akan punya jarak stop loss awal sebanyak 50 pips, trailing stop sebesar 100 pips, dan anda akan menambahkan sebanyak separuh dari posisi awal anda setiap harga bergerak 100 pips.

Bagaimanakah cara menentukan STA?

Setiap pair mata uang mempunyai ciri khas dan karakter yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu setting STA dari salah satu pair tentu belum tentu cocok bila diimplementasikan ke pair lain.  Salah satu cara untuk menentukan STA adalah tentu dengan bereksperimen dengan pair di mana anda sering melakukan trade. Dengan praktek yang terus-menerus secara konsisten, anda akan dapat menentukan setting STA terbaik untuk pair yang anda biasanya trade. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Cara Menggunakan Moving Average dalam Forex Trading

Moving Average (MA) adalah indicator yang paling banyak digunakan oleh forex trader dalam trading mereka.Kalau diibaratkan moving average ini seperti indicator paling dasar yang biasanya dipelajari oleh seorang trader saat baru pertama kali belajar forex. Dan saya yakin anda semua tahu apa itu Moving Average. Bila memang anda tidak tahu, saya sarankan untuk membaca artikel mengenai Moving Average di Babypips School. Moving Average sendiri sebenarnya adalah sebuah metode untuk memperhalus price action dengan mengetahui rata-rata dari closing price suatu pair dalam rentang waktu tertentu. Ada 2 tipe moving averages yang digunakan, yaitu :

  1. Simple Moving Average (SMA)
  2. Exponential Moving Average (EMA)

Saya tidak akan menjelaskan lagi mengenai perbedaan SMA dan EMA. Silahkan pelajari sendiri di Babypips School. Intinya EMA biasanya lebih sensitif dan cepat sedangkan SMA lebih halus dan kurang sensitif. Lantas mana yang lebih bagus di antara SMA dan EMA? Tergantung. Dua tipe indikator tersebut punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. EMA bagus untuk mendeteksi perubahan tren sejak dini, tapi juga bisa menghasilkan banyak whipsaw. Sedangkan SMA kurang cepat dalam merespon perubahan tren, tapi tentu tidak akan terlalu banyak whipsaw.

moving average

Apa yang membuat indikator MA begitu populer di kalangan trader? Alasan utamanya jelas karena indikator ini paling gampang diepalari dan digunakan. Nah. Pertanyaannya sekarang bagaimana cara menggunakan Moving Average ini dalam trading. Berdasarkan pengalaman saya ada 2 cara penggunaan moving average dalam trading.

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon 5 Pertanyaan Yang Harus Anda Tanyakan Kepada Diri Sendiri Sebelum Trading dengan Real Account

Demo Account adalah salah satu tahapan dalam keseluruhan proses untuk menjadi seorang trader yang konsisten dan bisa menghasilkan keuntungan. Demo account didesain untuk membantu kita menjadi trader yang kita inginkan tanpa mengambil resiko satu peser pun. Demo account juga membantu kita untuk meningkatkan kedisiplinan dan tetap patuh pada aturan-aturan risk management yang kita buat. Dan yang terpenting, demo trading akan memberikan kita pengalaman di beberapa kondisi market yang berbeda.

Nah pertanyaannya sekarang adalah kapan anda tahu bahwa anda benar-benar siap untuk trading menggunakan real account? Berikut ini adalah semacam checklist di mana anda bisa dikatan siap bila benar-benar menjawab “YA” untuk semua pertanyaan berikut tanpa adanya keragu-raguan sedikit pun.

Apakah kamu trading secara rutin selama 6 bulan atau lebih?

Ini adalah salah satu pertanyaan paling penting. Forex market selalu berubah, yang berarti bahwa sebuah sistem yang cukup efektif pada demo belum tentu akan berhasil di 6 bulan kemudian. Punya banyak pengalaman untuk mengukur kedinamisan market adalah hal terpenting untuk membuat account anda tetap bertahan. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Anggapan Yang Salah Dalam Forex Trading

Saya mulai berkenalan dengan forex pada bulan-bulan akhir tahun 2007. Kalo ditotal, sudah ada 5 tahun lebih sejak saya mengenal forex untuk pertama kalinya. Seperti kebanyakan orang pada umumnya, saya dikenalkan dengan forex dengan cara yang salah. Kenapa bisa saya katakan begitu? Ya karena saya hanya dikenalkan sisi positif dari forex, padahal ada banyak sekali sisi negatif dari forex.


forex trading
Ceritanya waktu itu saya mengikuti seminar mengenai forex trading di Surabaya. Harga workshopnya pun fantastis, yaitu seharga 8 juta rupiah. Untuk ukuran saya yang saat itu masih bekerja di perusahaan, tentu harga tersebut terbilang sangat mahal. Namun saya rela membayar uang segitu karena mendengar berbagai iming-iming yang mengatakan bahwa dengan forex saya akan bisa mencapai kebebasan finansial. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Dow Theory – Dasar dari Analisa Teknikal

Nah, bila anda tertarik untuk mendalami Technical Analysis, ada baiknya anda mempelajari Dow Theory (Teori Dow) terlebih dahulu. Dow Theory bisa dibilang merupakan dasar dari Technical Analysis (Analisa Teknikal). Jadi pastikan anda menguasai ilmu dasarnya dulu sebelum memutuskan untuk belajar lebih jauh mengenai technical analysis. Dow Theory ini sendiri sebenarnya sudah ada sejak 100 tahun yang lalu. Namun dasar dari teori yang dibuat oleh Charles Dow ini masih saja berlaku di market saat ini, termasuk juga forex market. Saya tidak akan menjelaskan latar belakang dan beberapa bagian yang kurang penting mengenai teori ini. Bila anda memang ingin tahu mengenai secara lengkap mengenai Dow Theory, baca saja artikelnya di Stockcharts Chartschool mengenai Dow Theory. Jadi yang akan saya bahas di sini adalah inti-inti penting dari Dow Theory.


charles_dow

Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Review Buku Mengungkap Rahasia Forex oleh Frento T. Suharto, MM, MBA

Beberapa bulan lalu saya membeli sebuah buku baru mengenai Forex di Gramedia. Buku ini berjudul Mengungkap Rahasia Forex dan ditulis oleh Frento T. Suharto, MM, MBA, seorang forex trader profesional. Hal yang membuat saya tertarik akan buku ini adalah ketebalannya. Tidak banyak buku forex berbahasa Indonesia yang setebal ini di pasaran. Makanya akhirnya saya memutuskan untuk membelinya. Setelah membacanya sampai selesai, saya akan review sedikit mengenai buku ini dan apa saja yang saya dapat dalam buku ini.

Mengungkap Rahasia Forex
Isi Yang Lengkap

Tidak disangkal, isi dari buku ini cukup lengkap. Anda dapat mempelajari berbagai hal mulai dasar dari Forex, dasar dari analisa teknikal dan fundamental, candlestick, belajar mengenai tren, strategi scalping, money management serta beberapa sistem trading yang bisa dicoba. Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Hasil Pengujian Sistem Trading High-Low Sesi Asia

Berikut adalah hasil lengkap trading menggunakan Sistem Trading High Low pada Sesi Asia. Trading ini diimplementasi  pada pair EUR/USD selama 5 bulan mulai dari tanggal 1 September 2012 sampai dengan 27 Januari 2013. Adapun sistem ini saya coba dengan 6 macam setting untuk take profit dan stop loss-nya. Mulai dari kolom paling kiri berturut-turut TP dan SL-nya adalah sebagai berikut : 20-20, 30-30, 50-50, 30-20, 40-20, 40-30. Hasilnya, pada bulan oktober dan november, sistem ini menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan. Sedangkan setting yang paling bagus adalah menggunakan set Take Profit 40 dan Stop Loss 20.

september_2012 Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon Sistem Trading High-Low di Sesi Asia

Sistem Trading kali ini yang kita test adalah sistem trading High Low dari sesi Asia. Seperti kita tahu, sesi Asia dimulai pada jam 7 pagi sampai dengan jam 2 siang. Yang kita lakukan adalah mencatat angka tertinggi High dan angka terendah Low di sesi Asia ini, kemudian memasang pending position yaitu Buy di high dan Sell di low 1 jam sebelum sesi London dibuka, yaitu jam 2 siang. Sesi London dan Amerika adalah sesi yang cukup fluktuatif. Sehingga biasanya akan menghasilkan gerakan yang cukup banyak. Jadi bila diringkas, aturan dari sistem trading ini adalah sebagai berikut :

Entry Rule :

Buy di level tertinggi (High) pada Sesi Asia

Sell di level terendah (Low) pada Sesi Asia

Exit Rule :

Take Profit : 20-50 Pips

Stop Loss : 20-50 Pips
Untuk lebih jelasnya, saya akan ambil contoh dari pergerakan market EUR/USD pada hari Jumat, tanggal 25 Januari 2013  : Read the rest of this entry »

PostHeaderIcon 2 Jenis Analisa dalam Forex Trading

Bila anda baru pertama kali belajar Forex umumnya anda akan merasa antusias dengan pergerakan market. Yang terjadi selanjutnya adalah anda terbawa oleh emosi dan perasaan pada saat memasang posisi. Dan kebanyakan trader yang saya tahu bahkan mempunyai kecenderungan menganggap forex trading sebagai perjudian (gambling). Kenapa bisa dikatakan begitu? Karena setiap kali saya tanyakan alasan kenapa mereka memasang suatu posisi, maka jawabannya adalah seperti pernyataan-pernyataan berikut : “Soalnya sudah naik banyak, EUR/USD pasti turun hari ini”, “Feeling saya bakal hari ini USD/JPY bakal naik deh”, “Saya pasang karena kata temen saya EUR/JPY bakal turun”, “Ada berita di TV katanya ekonomi lagi gak bagus, jadi saya sell”, dan lain sebagainya. Jawaban seperti ini pada umumnya akan dikemukakan oleh para gambler yang menganggap dirinya seorang forex trader. Bagi anda yang masih seperti ini, saya sarankan anda untuk berhenti trading sementara dan mulailah membaca. Karena anda bahkan belum masuk di level paling bawah dari level kesuksesan seorang trader (Baca juga artikel saya tentang 5 Level menjadi seorang Forex Trader profesional).

Untuk bisa sukses dalam forex, anda perlu menguasai cara menganalisa pasar di Forex. Di forex sendiri analisa dibagi menjadi 2 jenis analisa, yaitu Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental.

Untuk mempermudah anda mengerti mengenai keduanya, saya bisa gambarkan keduanya dalam penjelasan berikut :

Analisa Teknikal adalah segala jenis analisa yang dilakukan dengan cara melihat chart (pergerakan harga). Dengan belajar Analisa teknikal berarti anda akan mulai mengenal istilah-istilah seperti support & resistance, Moving Average, MACD, RSI, Bollinger, dll. Read the rest of this entry »